Jakarta, BusinessNews Indonesia—Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, mengatakan di Jakarta (14/2/2018) bahwa maraknya media digital di Indonesia tidak mematikan media cetak.
“Sifatnya medianya digitalnya, melengkapi media cetak,” kata dia dalam suatu paparan hasil riset terbaru, ke sejumlah wartawan.
Hellen mengatakan, media digital dan media cetak punya preferensi pembaca masing-masing dan berbeda. Maka dua media itu tidak saling mematikan.
“Di samping itu, dalam hal raihan jumlah pengguna, televisi masih yang terbesar,” kata dia.
Dia pun menambahkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah transformasi belanja iklan oleh produsen. Di sini, ada fakta bahwa produsen mengurangi sebagian belanja iklan di media cetak untuk dialihkan ke media digital. “Ini adalah tren yang terjadi secara global.”
Hal tersendiri bagi produsen adalah perbedaan antara berpromosi di media cetak dengan media digital. Dalam hal ini, promosi di media digital jauh lebih kompleks.
Di sini, produsen harus memilah banyak hal. Misalnya, menentukan berpromosi di versi mobile device, desk top, dan lain-lain. “Bahkan berpromosi di televisi masih lebih sederhana dibandingkan di media digital,” kata dia.
