Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias Jakarta Composite Index (JCI) di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan turun hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (7/1/2026), memperlihatkan judul IHSG diperkirakan turun hari ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu (7 Januari). Dow -0,94%, S&P 500 -0,34%, dan Nasdaq +0,16%. Wall Street sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu karena para pedagang dan investor kesulitan menemukan arah yang jelas sambil menilai data tenaga kerja terbaru. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,58% (-0,024 bps) menjadi 4,151%, sementara Indeks USD naik 0,13% menjadi 98,7.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu (7 Januari). Minyak mentah WTI -1,21% menjadi USD 56,30/bbl, minyak mentah Brent -0,40% menjadi USD 60,30/bbl, batu bara -0,33% menjadi USD 106,90/ton, CPO +1,08% menjadi MYR 4.035/ton, dan emas -0,91% menjadi USD 4.455/oz.
Pasar Asia ditutup beragam pada hari Rabu (7 Januari). Kospi +0,57%, Hang Seng -0,94%, Nikkei -1,06%, dan Shanghai +0,05%.
JCI naik tipis 0,13% menjadi 8.945 dengan pembelian bersih asing secara keseluruhan sebesar Rp 200,8 miliar; Rp 229,4 miliar di pasar reguler, dan Rp -28,6 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh ANTM (Rp 614,1 miliar), diikuti BBRI (Rp 247,8 miliar), dan INCO (Rp 195,7 miliar). Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BMRI (Rp 594 miliar), diikuti BUMI (Rp 385,1 miliar), dan AMMN (Rp 253,6 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah DSSA, ANTM, AMMN, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah BRMS, COIN, BRPT.
Pagi ini, KOSPI diperdagangkan lebih rendah di -0,08%, sementara Nikkei dibuka lebih rendah di 0,77%. “Kami memperkirakan JCI akan turun hari ini, didukung oleh sentimen negatif dari pasar regional,” demikian sebagaimana dikutip.
