Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding produk tabungan hasil kolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero) dari e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Langkah ini merupakan strategi BTN untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, rebranding ini juga menyasar generasi muda, khususnya Gen Z, dengan mengandalkan transaksi digital melalui aplikasi Bale by BTN berbasis fitur cardless, yang terintegrasi dengan jaringan kantor Pos Indonesia hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak masyarakat di daerah 3T dan generasi muda yang tertarik memanfaatkan layanan perbankan digital yang praktis dan inklusif,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Nixon menegaskan, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama dan logo. BTN menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan, seiring ekspansi agresif layanan perbankan digital berbasis jaringan Pos Indonesia yang hampir tersedia di setiap kecamatan.
“Produk ini akan kita dorong secara masif. Kantor pos memiliki lokasi yang sangat strategis dan jangkauan luas, ini yang kita optimalkan,” tegasnya.
Melalui fitur cardless, nasabah tidak lagi diwajibkan membawa buku tabungan saat bertransaksi di kantor pos. Cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN, nasabah dapat melakukan setor maupun tarik tunai dengan sistem token di seluruh jaringan Pos Indonesia.
Hingga saat ini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang dilayani oleh hampir 3.000 outlet kantor pos di seluruh Indonesia. BTN optimistis, sinergi ini akan semakin memperkuat transformasi pendanaan ritel dan menjadikan BTN sebagai bank transaksional berbasis digital yang kompetitif.
