Jakarta, TopBusiness – Pemerintah memastikan akan kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian pada 2026 dengan plafon mencapai Rp300 triliun. Skema pembiayaan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung penguatan sektor pangan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KUR pertanian merupakan instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha tani. Pada 2025, realisasi penyaluran KUR pertanian tercatat sebesar Rp102 triliun.
“Pemerintah terus mendorong dalam bentuk pembiayaan, yaitu KUR untuk pertanian. Tahun kemarin kita salurkan Rp102 triliun dan tahun ini kita punya plafon Rp300 triliun. Sebetulnya untuk pertanian pun plafonnya bisa kita naikkan,” ujar Airlangga di Menara Kadin, Jakarta yang dikutip Rabu (14/1/2026).
Airlangga menegaskan, penguatan pembiayaan sektor pangan menjadi krusial di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurutnya, ketahanan dan keamanan pangan merupakan faktor fundamental bagi sebuah negara untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi.
Ia menuturkan, Indonesia harus memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Pengalaman saat pandemi Covid-19 pada 2022 menjadi pelajaran penting, ketika sejumlah negara menerapkan embargo ekspor pangan demi melindungi kebutuhan domestik masing-masing.
“Indonesia di tengah volatilitas global harus belajar pada saat krisis, saat Covid-19 di tahun 2022. Kita melihat bagaimana negara melakukan embargo ekspor pangan. Itu menjadi pelajaran berharga bahwa kita harus mandiri secara pangan agar dalam situasi krisis ataupun situasi apa pun kita bisa bertahan dan memiliki resiliensi pangan,” kata Airlangga.
Dengan jumlah penduduk sekitar 282 juta jiwa, lanjut Airlangga, ketersediaan pangan dan pola konsumsi masyarakat menjadi aspek strategis dalam menopang stabilitas nasional. Ia mengibaratkan ketahanan pangan layaknya pasokan bahan baku bagi industri.
“Kalau makan aman, pabrik aman. Kalau makan tidak aman, pabrik tidak aman. Nah itu secara nasional juga harus kita jaga. Yang paling penting segonya, nasinya mesti aman. Kalau nasi aman, lauk-lauk yang lain juga aman. Ini yang perlu kita jaga,” ujarnya.
Pemerintah berharap penyaluran KUR pertanian dengan plafon besar tersebut dapat memperkuat produktivitas sektor pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan.
