TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog dapat Pembiayaan Rp 39,1 Triliun

Nurdian Akhmad
14 January 2026 | 11:52
rubrik: Ekonomi
Untuk Korban Bencana, Bulog Salurkan PKBL Rp 500 Juta dan 640 Ton Beras

Gudang beras Bulog. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap sebanyak 4 juta ton beras produksi dalam negeri sepanjang 2026. Untuk mendukung mandat tersebut, Bulog memperoleh dukungan pembiayaan senilai Rp39,1 triliun.

“Untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung itu mendapat dukungan Rp39,1 triliun dengan skema pinjaman OIP (operator investasi pemerintah) dengan bunga rendah,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Ia menilai skema pembiayaan tersebut sangat krusial dalam menopang operasional Bulog, terutama agar tidak terbebani biaya bunga tinggi.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, para Menteri, dan Pak Menko. Dengan pinjaman yang lunak, beban Bulog jauh lebih ringan. Jika menggunakan bunga komersial di atas 7 persen, tentu akan cukup berat bagi Bulog dalam menjalankan mandat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan target serapan gabah kering panen (GKP) dan beras tersebut sangat realistis, seiring proyeksi peningkatan produksi nasional pada musim panen tahun ini.

“Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Insya Allah, dengan kerja sama yang solid, target ini dapat tercapai dan akan menjadi catatan sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, luas tanam padi pada periode Oktober–Desember 2025 meningkat sekitar 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan produksi gabah nasional, selama tidak terjadi gangguan signifikan seperti bencana alam.

“Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

BACA JUGA:   Industri Hulu Migas serius Tekan Penurunan Emisi Karbon

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton, meningkat signifikan 13,5 persen dibandingkan produksi 2024 yang tercatat sebesar 30,34 juta ton.

Seiring peningkatan produksi dan penyerapan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di akhir 2025 tercatat sebesar 3,25 juta ton, meskipun sempat mencapai 4,2 juta ton pada Juli 2025. Angka tersebut menjadi salah satu level stok tertinggi sejak penugasan Bulog pada 1969.

Tags: bulogPenyerapan beras bulog
Previous Post

Wujudkan Visi Emas 2045, Menkeu Siap Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan Ini

Next Post

Presiden Minta Konstruksi Fasilitas Negara IKN Dipercepat, Siap di 2028

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR