Jakarta, TopBusiness—Pasar apartemen nasional pada Kuartal IV 2025 menunjukkan perbaikan terbatas, di tengah pasokan baru yang relatif rendah. Kondisi ini tercermin dari riset Colliers Indonesia yang mencatat penyerapan apartemen mulai membaik secara tahunan, meski belum tumbuh signifikan secara kuartalan, terutama di Jakarta dan Surabaya.
Associate Senior Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menyampaikan bahwa pada Kuarta III dan Kuartal IV 2025 tidak terdapat tambahan pasok baru di Jakarta. Adapun total pasokan baru di 2025 tercatat sekitar 2.200 unit. Pasokan tersebut didominasi segmen menengah dan menengah atas, yang menjadi kontributor utama pasar apartemen jual.
“Penurunan pasok ini ikut membantu menjaga keseimbangan pasar, sehingga penyerapan secara tahunan terlihat lebih baik dibandingkan 2024,” kata Ferry dalam paparan untuk wartawan, belum lama ini, di Jakarta.
Dari sisi permintaan, pembeli masih didominasi oleh pengguna langsung sebesar 52 persen, sementara investor mengambil porsi 48 persen. Skema pembayaran Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) menjadi metode paling dominan, disusul pembayaran tunai bertahap dan tunai penuh.
“Reputasi pengembang tetap menjadi faktor kunci dalam keputusan pembelian, terutama di tengah persaingan yang ketat pada segmen menengah,” ulas Ferry lagi.
Harga jual apartemen di Jakarta pada 2025 tercatat tumbuh moderat. Rata-rata harga berada di kisaran Rp36 juta per meter persegi dan diperkirakan menyentuh Rp37 juta per meter persegi pada 2026. Pertumbuhan harga tertinggi terjadi di kawasan CBD dan Jakarta Selatan, didorong transisi proyek dari tahap konstruksi ke siap huni serta meningkatnya porsi segmen menengah atas dan mewah.
Sementara itu, Ferry menjelaskan lagi, pasar apartemen Surabaya masih bergerak selektif. Hingga akhir 2025, total pasok tetap di kisaran 57.000 unit tanpa tambahan proyek baru. Permintaan banyak dipengaruhi oleh reputasi pengembang dan konsep proyek terintegrasi dengan pusat perbelanjaan.
“Harga cenderung berubah moderat, terutama pada unit sisa, dengan potensi pertumbuhan terbatas ke depan.”
Ke depan, Colliers memproyeksikan tambahan pasok apartemen periode 2026–2028 akan tersebar di Jakarta Selatan, Timur, Barat, dan Pusat. Namun, pasar diperkirakan tetap berhati-hati, dengan pertumbuhan harga dan penyerapan berjalan moderat seiring penyesuaian daya beli dan preferensi konsumen. (Penggunaan AI)
