Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias Jakarta Composite Index (JCI) di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan akan bergerak sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (19/01/2026) awal pekan ini, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Jumat (16/1). Dow -0,17%, S&P 500 0,06%, dan Nasdaq 0,06%. Pasar AS ditutup melemah di tengah pernyataan Presiden Trump mengenai the Fed dan tensi geopolitik. Yield UST 10Y naik 1,71% (0,071 bps) ke 4,231%, dan USD Index naik 0,07% ke 99,39.
Pasar komoditas mayoritas bergerak menguat Jumat kemarin (16/1). Harga minyak WTI 0,42% ke level USD 59,44/bbl, harga minyak Brent 0,58% ke level USD 64,13/bbl, harga batubara 0,77% di level USD 111,6/ton, dan CPO 0,69% ke level MYR 4.071. Harga emas sebaliknya, terpantau melemah 0,49% ke level USD 4.596/oz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (16/1). Kospi +0,90%, Hang Seng -0,29%, Nikkei -0,32%, dan Shanghai -0,26%.
IHSG Kamis (15/1) ditutup menguat 0,47% ke level 9.075,4. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 947,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 474,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 472,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 426,6 miliar), PTRO (Rp 211,1 miliar), dan BMRI (Rp 208,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BUMI (Rp 276,3 miliar), NCKL (Rp 116,8 miliar), dan ARCI (Rp 93,6 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BMRI, DSSA, sementara top lagging movers emiten BRMS, BUMI, ASII.
Pagi ini, Kospi tercatat melemah 0,23%, dan Nikkei juga mencatatkan -0,99%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
