TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Nilai Pasar Game Nasional di USD2,5 Miliar

Achmad Adhito
26 January 2026 | 13:12
rubrik: Business Info
BI: Perbankan Longgarkan Standar Penyaluran Kredit Q4 2025

Ilustrasi Perjanjian Bisnis (Sumber: Freepik/PikiSuperStar)

Jakarta, TopBusiness—Industri game merupakan sumber kekayaan intelektual yang memiliki rantai nilai ekonomi panjang. Monetisasi industri game tidak berhenti pada penjualan game atau isi ulang (top up), tetapi juga mencakup dagangan pendukung (merchandise), komik, animasi, hingga kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ritel.

“Potensi pasar game Indonesia sangat besar. Nilai pasar game nasional diperkirakan mencapai USD2,5 miliar,” kata Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, saat membuka LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dalam keterangan tertulis (25/1/2026), ia mengatakan, berdasarkan data Agate Whitepaper pada 2025, Indonesia menempati posisi ketiga terbesar di dunia dari sisi jumlah unduhan game, serta memiliki lebih dari 192 juta pemain (gamer) atau sekitar 43 persen dari total pemain di Asia Tenggara.

Namun demikian, lanjut Wamendag Roro, potensi pasar yang besar tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pengembang nasional. Saat ini, nilai pasar game asing di Indonesia masih relatif lebih besar dibandingkan pemain lokal.

Wamendag Roro menjelaskan, tantangan yang dihadapi pengembang nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk, melainkan pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang selaras dengan karakter konsumen Indonesia.

“Oleh karena itu, diperlukan pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif bagi pengembang game lokal agar dapat menjembatani antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” kata pejabat tersebut.

BACA JUGA:   RI Buka Jalur Pelabuhan Ekspor Nabati ke Pakistan
Tags: jumlah gamer indonesiapasar game nasionalwamendag dyah roro esti
Previous Post

TOP CSR Awards 2026 Siap Digelar, Dorong Penguatan CSR Berbasis ESG

Next Post

Tuntas Salurkan Dana Pemerintah Rp 25 Triliun, BTN Minta Kelonggaran Tenor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR