TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Akhir Sesi Sore, IHSG Bertambah Sedikit

Agus Haryanto
27 January 2026 | 16:30
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (27/01/2026) bertambah sedikit 4,89 poin atau 0,05% ke 8.980,23.

Sejumlah sektor mengalami peningkatan, seperti teknologi 2,14 persen, diikuti konsumen siklikal (1,72) dan infrastruktur (1,59).

Perdagangan berlangsung marak dengan total volume perdagangan saham mencapai 58,18 miliar saham dengan total nilai Rp 27,07 triliun. Sebanyak 279 terlihat naik harga, 410 turun dan 117 stagnan.

Faktor Penguatan IHSG

  1. Penguatan Pasar Saham Global. Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) pada sesi sebelumnya ditutup kuat, terutama saham teknologi, sehingga memberi sentimen positif ke pasar Indonesia dan mendorong IHSG menguat.
  2. Sentimen Teknis dan Support dari Investor. IHSG sempat diproyeksikan bergerak dalam rentang support-resistance, di mana analis melihat potensi kelanjutan penguatan apabila indeks mampu bertahan di level support teknikalnya. Hal ini memberikan landasan teknikal kuat bagi pelaku pasar.
  3. Katalis dari Pergerakan Saham Tertentu. Saham-saham unggulan (misalnya BBCA, BMRI, BUMI, BBNI, MDKA) menjadi fokus investor dan memberikan kontribusi ke arah positif, meskipun masih terjadi aksi jual asing pada beberapa saham.
  4. Indikasi Oversold dan Rebound Teknis. Laporan analis menunjukkan struktur teknikal IHSG masih menunjukkan peluang rebound dari kondisi oversold di beberapa indikator, sehingga mendorong aktivitas beli.
  5. Sentimen Makro Global yang Mendukung Aset Risiko. Walaupun ada kekhawatiran valuta asing terkait rapat The Fed, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan turut mendorong minat beli investor di pasar modal.

Sumber Data AI Diolah

BACA JUGA:   Yang Dijagokan Hari Ini: Saham ANTM, PSAB, dan Lainnya
Tags: ihsgindeks
Previous Post

Peran Hulu Migas Bagi Penguatan Kapasitas Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post

Kredit BCA Tumbuh 8 Persen Sepanjang 2025, Laba Bersih Capai Rp 57,5 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR