Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.05%, tapi disertai dengan net sell asing Rp1.65 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, ANTM, BMRI, BUMI dan ADRO.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini, jika kuat bertahan di support 8900.
“Dengan level Support IHSG berada di rentang 8900-8940 dan level Resist HISG berada di kisaran 9000-9050,” ujar Fanny dalam risetnya, Rabu (28/1/2026).
Global Overnight Review
Wall Street Mixed, S&P 500 Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (27/1).
Saat ini, pelaku pasar menanti rilis laporan kinerja emiten teknologi sekaligus keputusan suku bunga pertama The Fed pada tahun ini.
Indeks S&P 500 menguat 0,41%, Nasdaq Composite naik 0,91%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,83%, tertekan penurunan tajam saham UnitedHealth yang anjlok hampir 20%.
Sementara itu, saham Apple naik lebih dari 1%, dan Microsoft menguat lebih dari 2%. Di sisi lain, perusahaan raksasa teknologi, seperti Meta Platforms, Microsoft, dan Tesla atau dalam kelompok ‘Magnificent Seven’ akan melaporkan kinerja pada Rabu.
Sedangkan Apple dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan pada Kamis. Di sisi lain, saham-saham asuransi kesehatan menjadi pemberat pasar setelah Centers for Medicare & Medicaid Services mengusulkan kenaikan pembayaran untuk penyedia Medicare Advantage dengan rata-rata bersih hanya 0,09% pada tahun 2027.
Saham Humana anjlok 21%, sementara CVS Health melemah 14%. Pasar juga menanti keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan Rabu waktu setempat, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.
Bursa Asia Naik, Harapan Laba Perusahaan AS Menekan Dampak Tarif Trump ke Korsel. Bursa saham Asia menguat pada Selasa (27/1), didorong oleh harapan investor terhadap kinerja laba perusahaan-perusahaan raksasa AS.
Namun, langkah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor terhadap Korea Selatan membatasi penguatan pasar secara meluas, sekaligus mendorong kenaikan harga emas dan perak.
Trump menuduh parlemen Korea Selatan tidak memenuhi komitmen dalam perjanjian dagang dengan Washington.
Pada Senin malam, ia mengumumkan kenaikan tarif menjadi 25% atas sejumlah produk impor dari Korea Selatan ekonomi terbesar keempat di Asia termasuk otomotif, kayu, dan farmasi.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 2,73%, dan Kosdaq naik 1,71%. Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,85%, dan Topix bertambah 0,31%.
Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,35%, Taiex di Taiwan naik 0,79% dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,92%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ELSA, BKSL, HRTA, LPCK, LPKR, dan ASLI
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 630-650, cutloss di bawah 630. Target dekat di 670-700.
- BKSL Buy on Weakness dengan area beli di 175-177, cutloss di bawah 170. Target dekat di 184-192.
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 2380-2410, cutloss di bawah 2320. Target dekat di 2500-2560.
- LPCK Spec Buy dengan area beli di 875, cutloss di bawah 855. Target dekat di 895-920.
- LPKR Spec Buy dengan area beli di 108-110, cutloss di bawah 106. Target dekat di 112-120.
- ASLI Buy on Weakness dengan area beli di 515-535, cutloss di bawah 510. Target dekat di 550-570.
