Jakarta, TopBusiness – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng MSI Institute untuk menyelenggarakan Pelatihan ESG Fundamental bagi pegawai internal perusahaan. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Januari 2026, bertempat di Hotel RA Simatupang, Jakarta.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai konsep, kerangka kerja, serta implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung keberlanjutan bisnis.
Materi pelatihan disampaikan oleh para trainer praktisi ESG, yakni Nurdizal M. Rachman, As’ad Nugroho, S.E., M.M, dan Dwinda Ruslan. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami ESG tidak hanya sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan pengelolaan risiko perusahaan.
Seperti diketahui, meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan pemangku kepentingan mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam pengambilan keputusan bisnis. ESG kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai ketahanan, reputasi, serta nilai jangka panjang perusahaan.
Salah satu trainer, Nurdizal Rachman, menegaskan bahwa pemahaman ESG yang utuh menjadi kunci bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis dan risiko keberlanjutan.
“ESG tidak lagi dipahami sebagai kewajiban pelaporan semata, tetapi sudah menjadi fondasi strategis dalam membangun ketahanan dan nilai jangka panjang perusahaan. ESG harus dipahami secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, pengelolaan risiko, hingga kontribusinya terhadap kinerja dan keberlanjutan bisnis,” ujar Nurdizal.
Dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali pemahaman mengenai manajemen risiko ESG, termasuk proses identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha.
“Pendekatan ESG yang kuat harus dimulai dari tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Ketika risiko lingkungan dan sosial dipetakan sejak awal, perusahaan akan lebih siap menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Selain itu, pelatihan ini juga membahas pentingnya materiality assessment dalam menentukan fokus strategis ESG agar implementasinya tidak bersifat simbolik, melainkan relevan dengan bisnis dan kebutuhan pemangku kepentingan.
“Materiality assessment menjadi kunci agar ESG benar-benar berdampak. Perusahaan perlu memetakan isu ESG yang paling kritis, lalu menerjemahkannya ke dalam roadmap dan inisiatif strategis yang terukur,” jelas Nurdizal.

Secara ringkas, beberapa topik utama yang dibahas dalam Pelatihan ESG Fundamental ini antara lain:
• Landasan dan urgensi ESG bagi bisnis berkelanjutan
• Keterkaitan ESG dengan kinerja finansial dan value creation
• Kerangka kerja dan standar pelaporan ESG nasional dan global
• Manajemen risiko ESG dan integrasinya dalam strategi bisnis
• Tata kelola perusahaan sebagai fondasi implementasi ESG
• Materiality assessment dan penentuan fokus strategis ESG
Selama dua hari pelatihan, peserta mengikuti berbagai sesi interaktif yang mencakup pemaparan materi, diskusi, dan studi kasus. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikan prinsip ESG dalam konteks bisnis dan operasional perusahaan.
Melalui pelatihan ini, para peserta PT PNM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
MSI Institute merupakan unit pelatihan dan sertifikasi di bawah PT Madani Solusi Internasional (MSI Group) yang fokus pada pengembangan kapasitas di bidang ESG, CSR, sustainability, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, human capital, cyber security, public speaking, dan bidang strategis lainnya.
MSI Institute telah menjadi mitra pelatihan berbagai BUMN, BUMD, perusahaan swasta, pemerintah daerah, dan lembaga lainnya dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing.
