Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin memang ditutup turun hanya 1.06%, namun begitu masih disertai dengan net sell asing Rp5.11 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan TLKM.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG masih berpotensi fluktuatif hari ini, tapi masih aman sepanjang masih kuat bertahan di atas 8050.
“Dengan level support IHSG ada di rentang 8050-8100 dan level Resist IHSG ada di kisaran 8300-8400,” ujar dia dalam risetnya, Jumat (30/1/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Saham Microsoft Jadi Pendorong. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Kamis (29/1), terseret penurunan saham Microsoft setelah raksasa teknologi tersebut merilis kinerja keuangan terbaru dan pasar mencermati keputusan suku bunga The Fed.
Indeks S&P 500 turun 0,13%, Nasdaq Composite melemah 0,72%. Sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,11%. Saham Microsoft menjadi pemberat utama pasar setelah menurun 10%.
Pelemahan terjadi setelah perusahaan melaporkan perlambatan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) pada Q2F, serta memberikan proyeksi margin operasional yang melemah untuk Q3.
Selain itu, saham ServiceNow merosot hampir 10% meski mencatatkan laba dan pendapatan kuartal IV di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, saham Oracle turun 2% dan Salesforce melemah sekitar 6%.
Saham Caterpillar juga naik lebih dari 3% setelah membukukan kinerja kuartal IV yang melampaui ekspektasi analis.
Dari sisi politik, ketidakpastian kembali membayangi pasar setelah Senat AS gagal meloloskan pemungutan suara prosedural terkait paket pendanaan pemerintah.
Bursa Saham Asia Bervariasi, Setelah The Fed Tahan Suku Bunga. Pasar saham Asia beragam pada Kamis (29/1), seiring kehati-hatian investor menyusul kinerja keuangan sektor teknologi yang beragam dan menjelang rilis laporan keuangan Apple.
Sementara itu, harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, didorong arus investasi ke aset fisik.
The Fed mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar. Ketua The Fed Jerome Powell menyebut prospek ekonomi AS “jelas membaik” dan menegaskan adanya dukungan luas di internal komite untuk mempertahankan jeda kebijakan.
Powell juga enggan berkomentar apakah ia akan tetap menjabat sebagai gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, di tengah tekanan Trump agar bank sentral memangkas suku bunga lebih agresif.
Di Asia, indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,03% dan Topix menguat 0,28%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,98% dan Kosdaq melesat 2,73%.
Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,51%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,07%, dan Taiex Taiwan melemah 0,82%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ARCI, HRTA, MDKA, INET, ELSA, dan DOOH
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1870-1900, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1930-1975.
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 2230-2250, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2400-2520.
- MDKA Buy on Weakness dengan area beli di 3000-3120, cutloss di bawah 2900. Target dekat di 3300-3460.
- INET Spec Buy dengan area beli di 334-354, cutloss di bawah 326. Target dekat di 380-402.
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 630-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 650-675.
- DOOH Spec Buy dengan area beli di 182-196, cutloss di bawah 176. Target dekat di 206-220.
