TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saham Ini Direkomendasikan Saat Sentimen Pergantian Petinggi BEI dan OJK!

Achmad Adhito
1 February 2026 | 20:51
rubrik: Capital Market
Saham Ini Direkomendasikan Saat Sentimen Pergantian Petinggi BEI dan OJK!

Sumber Ilustrasi Analis Saham: (Dhi/AI Grok)

Jakarta, TopBusiness—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.329 atau melemah kurang lebih -6,94% dibandingkan pekan sebelumnya dan di masa pelemahan sepekan terakhir tersebut investor asing melakukan penjualan (outflow) yang fantastis mencapai Rp15.7 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot), David Kurniawan, menjelaskan pelemahan signifikan ini terdorong sentimen global dan domestik yang benar-benar menekan market dalam negeri. Ia mengatakan itu dalam analisis yang diterima hari ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness.

Dari global ada sentimen ketidakpastian “Greenland Trade War”, di mana pasar global masih mencerna gertakan tarif Donald Trump terkait Greenland. Jika ada pernyataan resmi dari Uni Eropa untuk membalas tarif tersebut, mungkin akan terlihat penguatan mata uang safe haven seperti Swiss Franc atau Yen Jepang serta volatilitas tinggi di saham-saham eksportir global.

Selanjutnya dari domestik ada sentimen MSCI effect yang membuat market Indonesia benar-benar bergejolak. MSCI resmi mengumumkan Interim Freeze efektif segera.

Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Ancaman MSCI ini benar-benar mendatangkan gejolak di dalam negeri, yakni pengunduran diri dan penunjukkan jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rentang waktu yang relatif singkat.

David meyakini pimpinan baru BEI dan OJK menandai langkah strategis yang diharapkan membawa perubahan positif melalui rekam jejak profesional yang solid.

“Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan,” tandasnya.

BACA JUGA:   IHSG di Pembukaan Perdagangan Bertambah Poin

Proyeksi dan Rekomendasi

Berbicara tentang potensi market untuk sepekan ke depan 2-5 Februari 2026, David mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP Full Year 2025. Ia menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan.

“Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1% – 5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat,” tandasnya.

Selain itu, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan market akan banyak dipengaruhi oleh reaksi market menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru.

Ia selanjutnya merekomendasikan saham dan reksa dana ini:

  1. Buy WIIM (Current Price: 1.825, Entry: 1.825, Target Price: 1.975 (8,22%), Stop Loss: 1.745 (-4,38%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9). Emiten PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) cenderung bergerak uptrend dengan potensi breakout resistance 1.870 sehingga layak buy.
  2. Buy JPFA (Current Price: 2.770, Entry: 2.770, Target Price: 3.090 (11,55%), Stop Loss: 2.630 (-5,05%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3). Emiten PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) llayak buy karena sektor poultry relatif menarik di 2026 faktor MBG. Emiten ini berada di level support MA50 yang masih dipertahankan dan potensi reversalnya cukup kuat.
  3. Buy ULTJ (Current Price: 1.505, Entry: 1.505, Target Price: 1.600 (6,31%), Stop Loss: 1.455 (-3,32%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9). Emiten PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) layak buy karena berpotensi breakout dari area konsolidasi dan pergerakannya relatif aman dari faktor MSCI.
  4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC). Menariknya, Power Fund Series (PFS) XIIC ini didukung dengan fundamental dan prospek emiten yang solid. Rapat FOMC per 29 Januari 2026 menegaskan keputusan The Fed untuk menahan suku bunga pada 3,50–3,75%, mencerminkan sikap wait-and-see setelah tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2025. Mayoritas anggota melihat kondisi ekonomi AS tetap solid, dengan pertumbuhan dan pasar kerja stabil, sehingga langkah agresif dianggap belum perlu, sementara inflasi masih agak tinggi. Dua anggota komite berbeda pendapat dan mendukung pemangkasan 25 bps, menunjukkan adanya perdebatan internal tentang arah kebijakan moneter. Bank sentral menekankan bahwa arah kebijakan akan sangat bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja selanjutnya.
Tags: Indo premier sekuritasipotmsci effectrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Infrastruktur Dasar Aceh Terus Diperkuat untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

Usai Pucuk Pimpinan OJK Kompak Mundur, Berikut Penggantinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR