Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias Jakarta Composite Index (JCI) di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan bergerak sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (02/02/2026), memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat (30 Januari): Dow -0,36%, S&P 500 -0,43%, dan Nasdaq -0,94%. S&P 500 turun 0,43% menjadi 6.939,03 untuk hari ketiga berturut-turut karena perdagangan perak spekulatif mereda, Dow Jones turun 179 poin (0,36%) menjadi 48.892,47, dan Nasdaq Composite berkinerja buruk; namun, secara keseluruhan pasar masih mengakhiri bulan di wilayah positif. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik +0,14% (+0,006) menjadi 4,241%, sementara Indeks Dolar AS meningkat +0,08% menjadi 96,99.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat (30 Januari). Minyak mentah WTI -0,11% menjadi USD 65,21/bbl, minyak mentah Brent -0,03% menjadi USD 70,69/bbl, batu bara +5,15% menjadi USD 117,50/ton, CPO -2,04% menjadi MYR 4.229/ton, dan emas -8,95% menjadi USD 4.894/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat (30 Januari), Hang Seng -2,08%, Nikkei -0,10%, dan Shanghai -0,96%.
IHSG turun 1,18% menjadi 8.329,6 dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.529,8 miliar; terdiri dari penjualan bersih Rp 1.868,1 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 338,3 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler adalah TLKM (Rp 277,4 miliar), PTRO (Rp 182,1 miliar), dan BUMI (Rp 179,1 miliar). Pembelian bersih asing terbesar di pasar reguler adalah BBRI (Rp 177,6 miliar), ANTM (Rp 124,5 miliar), dan BREN (Rp 91,1 miliar). Saham-saham yang paling banyak mengalami pergerakan adalah BBCA, DSSA, dan TLKM, sedangkan saham-saham yang paling sedikit mengalami pergerakan adalah MORA, VKTR, dan IMPC.
Pagi ini, KOSPI dibuka lebih rendah (-1,05%) sementara Nikkei dibuka lebih tinggi (+1,48%). “Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar, didorong oleh sentimen negatif dari pasar global dan regional serta sentimen positif dari dukungan pemerintah,” demikian tertera dalam situs.
