Jakarta, TopBusiness – PT BPR Delta Artha (Perseroda) atau Bank Delta Artha terus menunjukkan kinerja positif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah sekaligus memperkuat layanan digital perbankan di Kabupaten Sidoarjo.
Pada tahun 2025, Bank Delta Artha berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) berbunga rendah kepada 2.779 pelaku UMKM dengan total penyaluran mencapai Rp 98,64 miliar. Program ini juga mencatat capaian subsidi bunga kredit sebesar Rp 13,26 miliar.
Tak hanya itu, Bank Delta Artha juga dipercaya mengelola sebanyak 318 rekening desa di Kabupaten Sidoarjo. Bank milik pemerintah daerah ini menyediakan layanan antar-jemput Dana Desa, memfasilitasi mutasi maupun transfer kebutuhan desa dalam waktu 1 x 24 jam.
Untuk mendukung transaksi keuangan desa yang lebih modern, Bank Delta Artha secara rutin memberikan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Non Tunai Desa yang dikembangkan khusus untuk mempermudah transaksi rekening desa.
Selain berperan dalam pengelolaan keuangan desa, Bank Delta Artha juga ditunjuk sebagai bank penyalur Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tahun 2024, penyaluran BLT mencapai Rp 8,44 miliar dan meningkat pada tahun 2025 menjadi Rp 9,716 miliar.
Bank ini juga menjadi penyalur gaji dan insentif (payroll) bagi 9.224 pekerja di Kabupaten Sidoarjo.
Direktur Manajemen Risiko PT BPR Delta Artha (Perseroda), Dedy Setiawan, menegaskan bahwa berbagai penugasan tersebut didasarkan pada regulasi resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Bank Delta Artha ditunjuk sebagai pengelola Rekening Kas Desa sesuai Keputusan Bupati Sidoarjo Nomor 188/132/438.1.1.3/2019.
Selain itu, bank ini juga menjadi pelaksana Transaksi Non Tunai Desa sesuai Surat Sekretariat Daerah Pemkab Sidoarjo Nomor 412.2/5493/438.5.8/2020.
Bank Delta Artha juga ditunjuk sebagai bank penyalur KURDA berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengelolaan Kredit Usaha Rakyat Daerah.
“Bank Delta Artha juga dipercaya sebagai penyalur BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok serta penyalur gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Sidoarjo,” ujar Dedy kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 melalui aplikasi zoom meeting, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dedy menjelaskan bahwa Bank Delta Artha terus mengembangkan berbagai inovasi, antara lain:
* Strategi pemasaran yang fokus pada kebutuhan nasabah lokal, khususnya UMKM dan masyarakat desa melalui peningkatan KURDA.
* Memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa, menjadikan perangkat desa sebagai agen penyampai informasi produk perbankan.
* Menyediakan layanan antar-jemput dana nasabah untuk nominal tertentu guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan.
* Menyederhanakan proses layanan dan mempercepat waktu pelayanan.
* Mengembangkan aplikasi berbasis website serta aplikasi Non Tunai Desa untuk mendukung transaksi digital desa.
Bank Delta Artha juga memiliki sejumlah produk pembiayaan yang mendukung pembangunan daerah, di antaranya kredit sambungan rumah bekerja sama dengan Perumda Delta Tirta, kredit sindikasi bagi kontraktor pembangunan SPAM, hingga pembiayaan pembuatan jamban untuk mendukung sanitasi aman.
Selain itu, terdapat produk tabungan LLTT sebagai bagian dari program Sidoarjo Pasca ODF dan penyedotan lumpur tinja berkelanjutan.
Kinerja portofolio Bank Delta Artha menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 88,88 miliar dan meningkat pada tahun 2025 menjadi Rp 99,40 miliar.
“Kami akan terus memperbaiki kinerja dan layanan. Bank Delta Artha akan menjadi pemain utama di daerah serta perusahaan daerah yang berkontribusi besar dalam pembangunan perekonomian Kabupaten Sidoarjo,” tutup Dedy.
