Jakarta, TopBusiness – Tahun 2024 menjadi tahun penuh tantangan bagi perekonomian global, dengan tekanan dari ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik di berbagai negara besar. Meski demikian, Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%, ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi publik, mencerminkan stabilitas domestik yang terjaga.
Demikian disampaikan manajemen PT Fortune Indonesia Tbk (kode emiten: FORU) dalam laman idx.co.id, di Jakarta, Senin (10/02/2026), melalui Materi Public Expose Tahunan.
Inflasi tetap terkendali di level 2,8%, namun menyebabkan penyesuaian harga dan efisiensi belanja pada sisi klien. Industri periklanan dan hubungan masyarakat menghadapi tekanan belanja dari klien besar, dengan kecenderungan pergeseran dari 8 E media konvensional ke media digital yang lebih terukur dan efisien. Perubahan ini justru membuka peluang transformasi bagi agensi untuk meningkatkan kapabilitas digital.
Di tengah dinamika tersebut, industri periklanan di Indonesia terus bertumbuh, khususnya di segmen digital. Belanja iklan nasional diperkirakan mencapai USD 6,97 miliar pada 2025, dengan 57% berasal dari kanal digital (Statista). Format video pendek dan live streaming semakin mendominasi, seiring dengan meningkatnya preferensi audiens terhadap konten yang interaktif dan instan. Selain itu, pemasaran berbasis influencer juga kian berperan penting sebagai kanal komunikasi yang autentik dan relevan.
Dari sisi teknologi, pemanfaatan AI untuk personalisasi konten dan optimalisasi kampanye secara real-time menjadi keunggulan kompetitif baru bagi pelaku industri. Transformasi digital ini menghadirkan peluang besar, namun sekaligus menuntut adaptasi cepat dan inovasi berkelanjutan dari perusahaan periklanan untuk menjaga relevansi layanan dan efektivitas kampanye klien.
