TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wamenkeu: Pertumbuhan 5,39 Persen di Kuartal IV 2025 Jadi Momentum Sangat Baik

Agus Haryanto
11 February 2026 | 11:12
rubrik: Business Info
Wamenkeu: Pertumbuhan 5,39 Persen di Kuartal IV 2025 Jadi Momentum Sangat Baik

foto: kemenkeu.go.id

Jakarta, TopBusiness – Wakil Menteri Keuangan atau Wamenkeu, Juda Agung, menyebut bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV (Q4) tahun 2025 yang melonjak signifikan 5,39% sebagai momentum sangat baik sekaligus prestasi yang patut disyukuri. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu yang mencatatkan raihan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan negara-negara G20.

“Pertumbuhan 5,39% itu adalah pertumbuhan yang tertinggi sejak 2022 ketika terjadi rebound dari COVID. Saya kira itu sebuah achievement yang patut kita syukuri,” ujar Wamenkeu Juda dalam sesi panel forum CNBC Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Selasa (10/2) melalui laman kemenkeu.go.id.

Pada sesi tersebut, Juda mencatat adanya korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dengan Indeks Keyakinan Konsumen, kesejahteraan, ketersediaan lapangan kerja, dan dampak kepada tingkat kemiskinan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per November, terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 1,4 juta orang hanya dalam satu kuartal (Agustus–November).

“Normalnya penambahan setahun itu 3 juta. Ini dalam satu kuartal saja sudah mencapai 1,37 juta. Ini artinya memang pertumbuhan ekonomi ini mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di kuartal IV. Inilah momentum yang harus kita dorong di kuartal I ini juga. Momentumnya sudah bagus, 5,39. Ini di kuartal I kita harapkan lebih baik lagi dibandingkan dengan kuartal IV tahun lalu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Juda memaparkan tiga langkah strategis Kemenkeu dalam meningkatkan penerimaan negara secara substansial. Menurutnya, hal pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan kepatuhan dengan cara optimalisasi sistem Coretax dan digitalisasi perpajakan.

Selain itu, Kemenkeu berupaya menekan kebocoran dengan memperketat pengawasan di sektor Pajak, Bea Cukai, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Strategi pemberantasan under-invoicing juga dilakukan pemerintah dengan cara mengintensifkan pengawasan pada praktik pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari seharusnya, baik pada kegiatan ekspor maupun impor.

BACA JUGA:   Desa Sejahtera Astra Purworejo Ekspor Mainan Hewan ke Eropa dan AS

Terkait sinergi fiskal-moneter, Juda pun menekankan pentingnya sinergi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia dengan fokus utama menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan menekan cost of capital melalui suku bunga yang efisien.

Tags: Wamenkeu
Previous Post

Dukung Pemulihan Pascabencana, Mirae Asset Sekuritas Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang

Next Post

Idulfitri 2026 Dorong Perputaran Ekonomi, Pemerintah Hadirkan Program Stimulus Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR