TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Pengolahan Nonmigas Digenjot via Hilirisasi

Achmad Adhito
11 February 2026 | 13:05
rubrik: Business Info
Dukung MBG, Ultrajaya Investasi Pabrik Rp1,14 Triliun

Sumber Ilustrasi: Freepik/Sentavio

Jakarta, TopBusiness—Daya saing sektor industri pengolahan nonmigas (IPNM) terus didorong. Hal itu melalui percepatan hilirisasi berbasis komoditas agro dan peningkatan nilai tambah produk makanan dan minuman nasional, seiring dengan perannya yang strategis sebagai penopang utama perekonomian nasional.
 
Wakil Menteri Perindustrian RI (Wamenperin), Faisol Riza, mengatakan bahwa pada tahun 2025, sektor IPNM mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen. Hal itu dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara pada periode triwulan I-III tahun 2025, sektor IPNM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,26 juta orang.

“Adapun kontribusi ekspor IPNM mencapai 80,27 persen dari total ekspor nasional sepanjang Januari-November 2025,” kata dia dalam keterangan resmi, hari ini.
 
Ia menegaskan bahwa salah satu penopang utama kinerja sektor IPNM berasal dari subsektor industri makanan dan minuman. Menurutnya, subsektor ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Kami mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu-hilir, dan meningkatkan akses pasar ekspor,” ucap Wamenperin.
 
Faisol menjelaskan, pada periode triwulan I-III 2025, sektor industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh sebesar 6,23 persen dengan kontribusi industri mamin terhadap IPNM sebesar 41,06 persen. Pada periode yang sama, realisasi investasi industri mamin tercatat sebesar Rp80,49 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6,67 juta orang per Agustus 2025.
 
Dalam rangka memperkuat pengembangan industri agro, Wamenperin bersama jajaran melakukan kunjungan ke PT Haldin Pacific Semesta untuk meninjau aktivitas produksinya. Dalam kunjungannya, Wamenperin menyampaikan bahwa industri ekstrak bahan alam memiliki potensi besar untuk mendukung hilirisasi nasional dan memperluas peluang ekspor.
 
“Kami melihat potensi besar dari industri ekstrak bahan alam dalam menciptakan nilai tambah tinggi dan memperkuat ekspor. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan yang berfokus pada daya saing, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan SDM dan teknologi,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Industri Hulu Migas Tanam Dua Juta Pohon untuk Indonesia
Previous Post

Tingkatkan Layanan Konsumen di Jawa Timur, YKK AP Indonesia upgrade showroom di Surabaya

Next Post

MedcoEnergi Mendapatkan PSC Cendramas di Lepas Pantai Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR