Jakarta, TopBusiness—Mengikuti momentum positif pada kuartal lalu, pasar properti Jakarta diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang solid pada tahun 2026, didukung oleh aktivitas korporasi yang terus berkembang dan prioritas penyewa yang terus berubah.
Laporan prospek pasar terbaru CBRE Indonesia menyoroti permintaan yang berkelanjutan di sektor perkantoran, industri/logistik, ritel, dan perhotelan dalam jangka pendek hingga menengah. “Dengan pasokan baru yang tetap terbatas, tekanan kompetitif terhadap sewa, diperkirakan akan mereda,” kata Managing Director CBRE Advisory, di Jakarta, hari ini.
“Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh tahun ini. Kami memperkirakan permintaan dari ekspansi korporasi akan mendukung sektor perkantoran dan industri/logistik, sementara pergeseran gaya hidup perkotaan akan mendorong sektor ritel,” kata Angela via keterangan resmi.
Ia kemudian menambahkan bahwa pertumbuhan pariwisata (yaitu kedatangan pengunjung) akan membantu meningkatkan tingkat okupansi hotel di Jakarta.
Adapun Anton Sitorus, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, menyoroti tentang stabilitas ekonomi Indonesia yang konsisten. Ia menyoroti bahwa negara ini telah mempertahankan pertumbuhan PDB rata-rata tahunan sekitar 5% selama lima tahun terakhir dan, menurut perkiraan beberapa analis, diperkirakan akan mempertahankan laju serupa hingga 2028.
Ia juga mencatat target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 6–8% pada 2029—sebagai indikasi keyakinan yang kuat terhadap prospek jangka panjang Indonesia.
Stabilitas ini, kata Anton, bukan sekadar angka headline—melainkan menjadi landasan bagi keputusan properti saat ini, mulai dari ekspansi multinasional hingga strategi investasi domestik.
