TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Bank Boyolali Raih Pertumbuhan Bagus

Achmad Adhito
13 February 2026 | 13:11
rubrik: Ekonomi
BPR Bank Boyolali Raih Pertumbuhan Bagus

Kantor BPR Bank Boyolali (Foto: Istimewa/BPR Bank Boyolali)

Jakarta, TopBusiness—PT BPR Bank Boyolali (Perseroda), Jawa Tengah, mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan bisnis yang bagus. Kinerja tersebut tercermin dari peningkatan aset, dana pihak ketiga, kredit, hingga laba bersih, yang menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Direktur Bisnis BPR Bank Boyolali, Annas Adyargo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi manajemen dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital.

“Kami terus berupaya menjaga kesehatan bank sesuai ketentuan regulator, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra pembangunan daerah,” ujarnya saat presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, gelaran Majalah TopBusiness (13/2/2026).

Dalam kesempatan itu, ada direktur lainnya yakni Direktur Kepatuhan BPR Bank Boyolali, Agus Budianto.

Dua direktur itu didampingi Kepala Bagian Dana BPR Bank Boyolali, Agung Listianto; Kepala Bagian Pembukuan dan TI BPR Bank Boyolali, Umi Chasanah; Kepala Bagian Personalia, Administrasi, dan Legal BPR Bank Boyolali, Cinda Anjarsari; Kepala Satker Kepatuhan BPR Bank Boyolali, Budi Suwarto.

Realisasi kinerja bank tersebut tumbuh baik melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025. Pertumbuhan aset mencapai 117,59 persen dari target, dana pihak ketiga sebesar 122,17 persen, serta laba tercapai 100,94 persen dari target.

Untuk tahun 2025, laba setelah pajak di bank itu di Rp11.259.951.437. Sedangkan tahun 2024 di Rp10.132.338.461.

Capaian ini memperkuat posisi bank itu sebagai salah satu BPR dengan performa terbaik di wilayah Kabupaten Boyolali.

Annas menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh strategi jangka pendek dan menengah, antara lain peningkatan kualitas aset, digitalisasi operasional, diversifikasi produk kredit, serta penguatan pendanaan.

Di sisi lain, bank juga aktif menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari dukungan terhadap perekonomian lokal.

BACA JUGA:   800 Juta Penduduk Dunia Terancam Kelaparan, Presiden Diminta Hentikan Pembayaran Bunga Rekap di APBN 2023

Dalam aspek tata kelola, BPR Bank Boyolali mencatatkan nilai komposit sebesar 2 dengan predikat “Baik” berdasarkan self assessment periode Desember 2024. Penilaian tersebut menunjukkan komitmen bank dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan.

Dari sisi layanan, tingkat kepuasan nasabah juga tergolong tinggi. Mayoritas nasabah menyatakan puas terhadap produk, sistem teknologi, serta kualitas komunikasi pegawai. Bank juga terus mengembangkan layanan non-tunai, aplikasi digital, serta rencana penguatan mobile banking dan ATM untuk meningkatkan efisiensi transaksi.

Menurut Annas, ke depan perseroan akan terus memperkuat permodalan, meningkatkan layanan digital, serta memperluas pembiayaan produktif, termasuk Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). “Target kami bukan hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Dengan kinerja yang terus meningkat dan strategi bisnis yang terarah, BPR Bank Boyolali optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Bank daerah ini juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pilihan utama masyarakat Boyolali dalam layanan keuangan yang sehat, aman, dan profesional.

Adapun Direktur Kepatuhan BPR Bank Boyolali, Agus Budianto, mengatakan bahwa bank tersebut berfokus ke kredit UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). “Porsi kredit tersebut sebesar 64% dari total kredit disalurkan,” kata Agus.

Bank tersebut menyalurkan kredit UMKM dari Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan maksimal suku bunga di 5% per tahun. Dalam beberapa tahun, ada sebanyak 4.970-an debitur yang dibiayai.

Bagaimana hasilnya? “UMKM yang tumbuh bagus, di kisaran 60%-an,” kata Agus. Setelah 60% UMKM itu tumbuh bagus, maka kredit berikutnya diberikan ke pelaku UMKM baru.

Tags: BPR Bank BoyolaliTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Perumda Air Minum Danum Taka Catat Tren Laba Positif, Perkuat Fondasi Bisnis dan Layanan

Next Post

IPA Goes to Campus: Dorong Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Energi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR