Jakarta, TopBusiness – Kementerian Koperasi menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan menjadi wadah utama pengelolaan seluruh potensi ekonomi daerah agar menghasilkan nilai tambah yang dapat langsung dirasakan masyarakat desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan seluruh pelaku usaha lokal kini didorong memproduksi sendiri berbagai kebutuhan masyarakat. Hasil produksi tersebut nantinya diprioritaskan untuk dipasarkan melalui gerai ritel Kopdes Merah Putih.
“Sudah saatnya pelaku usaha lokal memproduksi sendiri aneka kebutuhan masyarakat, lalu hasilnya dijual melalui jaringan ritel koperasi desa,” ujar Ferry dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, penguatan koperasi terus dilakukan melalui peningkatan kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, serta modernisasi tata kelola agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Upaya ini diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan pasar regional maupun nasional. Selain itu, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alternatif penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.
Ferry menilai Banten memiliki potensi ekonomi besar dan strategis dengan beragam sektor unggulan, seperti industri manufaktur, perdagangan dan jasa, perikanan, kelautan, serta pariwisata. Kedekatan wilayah tersebut dengan Jakarta juga dinilai memperkuat posisinya sebagai simpul distribusi nasional.
Ia menambahkan, konsolidasi seluruh potensi tersebut dalam ekosistem koperasi modern dan terdigitalisasi diyakini mampu mendorong koperasi daerah naik kelas. Dalam konteks ini, peran Dewan Koperasi Indonesia wilayah dinilai penting sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung antar koperasi.
Sementara itu, Asisten Daerah II Pemprov Banten Budi Santo menilai koperasi layak dikembangkan karena memiliki fungsi sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat desa. Ia menyebut koperasi dapat menjadi forum konsolidasi pelaku ekonomi desa, agregator produk UMKM, hingga meningkatkan daya tawar anggota di pasar. “Jika koperasi berjalan baik, rentenir dan tengkulak tidak akan bisa masuk ke desa,” kata Budi.
