TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perang Dagang dengan AS, China Balas Naikkan Tarif Impor 128 Produk Hingga 25%

Nurdian Akhmad
2 April 2018 | 11:13
rubrik: Ekonomi
Perang Dagang dengan AS, China Balas Naikkan Tarif Impor 128 Produk Hingga 25%

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikta (AS) dengan China semakin memanas. Setelah AS mengenakan bea masuk tinggi untuk produk baja dan aluminium asal China, mulai Senin (2/4/2018), Negeri Tirai Bambu itu menerapkan tarif impor baru atas 128 produk asal AS hingga mencapai 25%.

Langkah Beijing tersebut seperti dikutip Reuters, Senin (2/4/2018), diambil menyusul perdebatan panas di antara kedua pemimpin negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pengenaan tarif impor itu di antaranya untuk daging babi, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Bahkan ada tarif impor yang dipatok mencapai 25% untuk delapan produk asal AS. China disebutkan mematok tarif impor hingga 15% terhadap 120 produk asal AS. Total nilai poduk impor tersebut mencapai US$ 3 miliar.

Pemerintah China juga memutuskan menunda kewajiban atas aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pengurangan tarif.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan China menyatakan bahwa AS telah melanggar prinsip non-diskriminatif yang dianut aturan WTO dan telah mengganggu kepentingan nasional China.

Sebelumnya, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif sebesar 25% untuk impor baja dan 10% untuk impor aluminium. Pemerintah AS memberlakukan kebijakan yang dinilai China melanggar aturan WTO tersebut sejak 23 Maret 2018.

Presiden AS Donald Trump tengah mempersiapkan pengenaan tarif lebih dari US$50 miliar atas produk impor dari China. Kebijakan tersebut merupakan hukuman kepada China atas tuduhan pelanggaran hak kekayaan intelektual AS secara sistematis. Namun, China telah membantah tuduhan tersebut.

Dampak Ekonomi Global

Sementara itu, seperti dikutip BBC, Minggu (1/4/2018), Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO) Roberto Azevedo mengingatkan ada risiko bahwa perang dagang AS-China akan menyebabkan anjloknya pertumbuhan ekonomi global. Komentar Azevedo tersebut sejalan dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan China, ditandai penerapan tarif impor antara kedua negara tersebut.

BACA JUGA:   Bypass Bandara Lombok Rampung September 2021

“Saat ini WTO mengalami salah satu periode terberatnya,” jelas Azevedo.

Azevedo menyebut, meskipun perang dagang global belum diinisiasi, namun dunia sudah melihat tanda-tanda pertama kekhawatiran tersebut. Awal bulan ini, AS mengumumkan pengenaan tarif impor untuk produk baja dan alumunium dari sejumlah negara, termasuk China. Beijing pun membalas dengan rencana pengenaan tarif impor untuk produk-produk AS.

Menurut Azevedo, skala kehancuran yang diakibatkan dari perang dagang tergantung dari arah perang dagang itu sendiri. “Jika ini terbatas pada baja dan alumunium, itu satu hal. Akan tetapi, jika kita bicara tentang ratusan atau ribuan produk, ini benar-benar hal yang berbeda. Dampaknya pun akan berbeda,” tutur Azevedo.

Washington pun telah melayangkan komplain atas China kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebab, China diduga melanggar aturan dasar hak paten.

Menurut Azevedo, ketegangan antara China dengan AS adalah momen terberat yang dialami WTO dalam 23 tahun sejarahnya.

Tags: amerika serikatchinaperang dagang
Previous Post

Bursa Asia Dibayangi Perang Dagang AS-China

Next Post

BI Proyeksikan Inflasi 2018 Capai 3,5%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR