Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia atau BEI mempublikasikan bahwa selama periode 16—20 Februari 2026, teradapat satu pencatatan obligasi.
“Pada Rabu (18/2), Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk telah resmi dicatatkan di BEI,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok di BEI sebesar Rp1.150.200.000.000,00 dan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi tersebut yaitu idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dengan pencatatan obligasi tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 20 emisi dari 13 emiten senilai Rp15,71 triliun.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 672 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp549,76 triliun dan USD134,010595 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta. Selain itu, BEI juga mencatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.
