Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Brebes (Perseroda) atau Bank Brebes menyiapkan sejumlah strategi komprehensif untuk mencapai target bisnis tahun 2026. Penguatan sumber daya manusia (SDM), ekspansi jaringan kantor, digitalisasi layanan, hingga peluncuran produk baru menjadi fokus utama perusahaan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Direktur Umum BPR Bank Brebes, Supriyanto, kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah transformasi peran SDM agar lebih produktif dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.
“Dari sisi SDM, kami melakukan rotasi dan mutasi. Teller dan pegawai jasa lainnya yang sebelumnya berfungsi sebagai pelayan, kami alihkan menjadi tenaga pemasar. Sementara posisi layanan digantikan oleh tenaga alih daya. Dengan langkah ini, teller dan JS (juru sita) dapat memberikan kontribusi performa dalam pemasaran kredit maupun pemasaran dana,” ujar Supriyanto dalam pemaparan materi presentasi berjudul ‘Inovasi Bank Brebes dalam Pengembangan BUMD dan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Brebes’ yang disampaikan secara daring di Jakarta, Senin.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk mengoptimalkan potensi internal sehingga seluruh tim memiliki peran langsung dalam pencapaian target perusahaan.
Selain penguatan SDM, Bank Brebes juga berfokus pada perluasan jaringan dan komunitas pasar. Saat ini perusahaan telah memiliki enam kantor kas dan berencana menambah empat kantor kas baru pada tahun 2026.
“Kami terus meningkatkan perluasan jaringan, baik secara fisik melalui penambahan kantor kas maupun dengan memperkuat jaringan komunitas. Ini bagian dari upaya kami memperluas pangsa pasar,” jelasnya.
Di bidang teknologi, Bank Brebes melakukan peningkatan kapasitas melalui digitalisasi layanan. Perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah bank umum, baik bank daerah maupun bank swasta nasional, khususnya dalam penyediaan layanan payment point online bank (PPOB).
“Melalui kerja sama ini, kami dapat menghadirkan layanan transaksi yang lebih lengkap dan memudahkan masyarakat,” tambahnya.
Untuk menjaga konsistensi kinerja, manajemen secara rutin melaksanakan coaching dan mentoring, baik secara individu (one-on-one) maupun kelompok. Selain itu, diterapkan pula sistem reward and punishment dalam bentuk insentif kinerja bulanan.
“Setiap bulan kami melakukan evaluasi kinerja masing-masing bagian. Bagi yang mencapai target diberikan insentif tunai. Sistem ini kami terapkan untuk membangun budaya kerja yang kompetitif dan berorientasi pada hasil,” kata Supriyanto.
Dari sisi pengembangan bisnis, Bank Brebes juga menyiapkan peluncuran produk baru dalam Rencana Tindak Perusahaan (RTP) 2026. Produk tersebut meliputi kredit kepemilikan kendaraan bermotor serta kredit elektronik yang ditujukan bagi nasabah Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan sistem payroll melalui Bankerbase.
“Segmen ASN relatif lebih aman karena sistem penggajian dilakukan melalui payroll, sehingga risiko dapat lebih terkontrol,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan identitas perusahaan, Bank Brebes juga melakukan rebranding dengan mengusung slogan “BRAVE”, yang merupakan akronim dari Trust, Responsibility, Active, Value, dan Excellent.
“Slogan ini menjadi nilai dasar budaya kerja kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Supriyanto.
Dengan berbagai strategi tersebut, Bank Brebes optimistis dapat meningkatkan kinerja serta memperkuat daya saing di industri perbankan daerah.
