TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penyerapan Lahan Industri Tunjukkan Ketahanan Kuat

Achmad Adhito
24 February 2026 | 08:27
rubrik: Business Info
Dukung MBG, Ultrajaya Investasi Pabrik Rp1,14 Triliun

Sumber Ilustrasi: Freepik/Sentavio

Jakarta, TopBusiness—Pasar industri Greater Jakarta tetap kuat dengan permintaan tinggi di tengah keterbatasan pasok. “Meskipun tidak ada peluncuran pasok baru pada kuartal terakhir 2025, penyerapan lahan tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, melampaui rata-rata tahunan historis,” kata Kepala Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam keterangan yang diterima Majalah TopBusiness (23/2/22026).

Total transaksi lahan sepanjang 2025 mencapai 311,85 hektare, melampaui rata‑rata tahunan periode 2020-2023, sebesar 213 hektare.

“Kinerja ini menegaskan bahwa pasar telah kembali pada tren penyerapan yang lebih berkelanjutan, terutama didorong oleh investasi asing berbasis manufaktur,” kata Ferry.

“Pasar lahan industri Greater Jakarta terus menunjukkan fundamental yang kuat. Penyerapan lahan telah melampaui rata-rata tahunan 2020–2023, bahkan tanpa adanya peluncuran pasokan baru pada tahun ini.”

Laporan Colliers Quarterly Property Market Q4 2025 mengidentifikasi terjadinya pengetatan pasok secara struktural, khususnya di kawasan industri yang sudah matang. Bekasi, yang menjadi hub utama, kini mendekati kapasitas efektif dengan tersisa sekitar 100 hektare.

Kelangkaan ini mendorong pergeseran strategis ke koridor-koridor baru seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Industri berorientasi manufaktur—termasuk otomotif, tekstil, alat berat, dan barang konsumsi—tetap mendominasi permintaan. Selain itu, data center juga muncul sebagai penggerak permintaan signifikan, khususnya di GIIC (Greenland International Industrial Center).

Terkait proyeksi pasar, Ferry Salanto menambahkan, “Berdasarkan permintaan yang terus kuat dan pasokan yang terbatas, kami memproyeksikan harga lahan industri akan mengalami tren kenaikan pada awal 2026 seiring meningkatnya kompetisi terhadap lahan siap bangun.”

Saat ini, harga lahan di Greater Jakarta rata-rata berada pada USD 177,84 per m². Meski volatilitas nilai tukar memengaruhi harga dalam denominasi USD, fundamental pasar secara keseluruhan tetap mendukung pertumbuhan ke depan.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Optimalkan Bendungan Pengga di NTB
Tags: colliers indonesiaferry salantopenyerapan lahan industri
Previous Post

Hari Ini, IHSG Berpeluang Menguat

Next Post

Hari Ini, Buy Enam Saham Pilihan Ini: BRMS, ANTM, BIPI, PTRO, MBMA, dan VKTR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR