Jakarta, TopBusiness—PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) kembali menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator) – indikator akumulasi dan distribusi saham berbasis data real-time. Ini menjadi yang pertama dan satu-satunya tersedia bagi investor ritel di Indonesia.
Dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (24/2/2026), President Director and CEO Ipot, Moleonoto The, mengatakan: langkah ini secara tidak langsung menyoroti kelemahan struktural sebagian besar aplikasi sekuritas yang saat ini masih beroperasi sebagai data viewer. Itu menampilkan indikator berbasis data historis atau snapshot, bukan engine analitik berbasis streaming real-time.
Peluncuran LADI bukan sekadar penambahan fitur, melainkan transformasi strategis IPOT di industri sekuritas Indonesia yang pada umumnya masih menggunakan data viewer menjadi Market Intelligence Engine. Melalui arsitektur yang hanya tersedia di IPOT ini, investor tidak lagi hanya melihat indikator berbasis data kemarin, tetapi memperoleh visibilitas langsung terhadap tekanan beli dan jual saat transaksi berlangsung, live dan real-time.
Moleonoto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor ritel – khususnya generasi milenial dan Gen Z – mengalami lonjakan signifikan. Namun di balik pertumbuhan tersebut, mayoritas platform sekuritas di Indonesia masih beroperasi dalam model data viewer: menampilkan indikator berbasis data historis, bukan engine analitik berbasis streaming real-time.
Pendekatan ini mungkin terlihat sederhana dan ringan. Namun dalam pasar yang bergerak setiap detik, perbedaan antara indikator real-time dan indikator berbasis data masa lalu, bukan sekadar teknis. “Melainkan perbedaan kualitas intelligence,” kata dia lagi.
LADI menghadirkan standar baru dengan: Live Accumulation/Distribution Indicator berbasis streaming data; monitor beberapa saham sekaligus dalam satu layar.
Lalu, ada komparasi performa 1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y secara dinamis; serta deteksi tekanan akumulasi dan distribusi tanpa delay.
Dalam pasar yang volatil, selisih waktu sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kualitas entry dan exit.
“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi.”
