Jakarta, TopBusiness — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp230 miliar pada Januari 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 578 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp34 miliar (bank only).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan perseroan optimistis mampu membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 22 persen pada akhir 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh kondisi neraca yang semakin sehat serta efektivitas strategi transformasi bisnis.
Menurut Nixon, strategi beyond KPR, pengembangan superapps, hingga transformasi di berbagai lini bisnis menjadi fondasi utama peningkatan kinerja perseroan.
“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Peningkatan laba bersih pada Januari 2026 terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 17,08 persen yoy. Di sisi lain, BTN berhasil menekan beban bunga hingga turun 14,53 persen yoy. Kombinasi tersebut mendorong lonjakan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 79,46 persen yoy.
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 11,52 persen yoy menjadi Rp362,77 triliun per Januari 2026. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 9,30 persen yoy menjadi Rp341,45 triliun pada periode yang sama.
Kinerja intermediasi dan pendanaan tersebut turut mendongkrak total aset BTN yang tumbuh 12,26 persen yoy menjadi Rp448,34 triliun per Januari 2026.
Secara konsolidasian, sepanjang 2025 lalu BTN juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,4 persen yoy menjadi Rp3,5 triliun. Perseroan memperkuat profitabilitas melalui perbaikan proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio, sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat dan berkualitas. Di saat bersamaan, BTN konsisten mengupayakan pendanaan berbiaya lebih murah guna menjaga margin.
Dalam mendukung ekspansi bisnis, BTN juga telah melaksanakan aksi korporasi strategis berupa pendirian anak usaha, Bank Syariah Nasional (BSN). Hingga akhir 2025, total aset BSN tercatat sebesar Rp73 triliun atau meningkat 20,5 persen yoy.
Manajemen meyakini, kombinasi transformasi bisnis, penguatan struktur pendanaan, serta ekspansi melalui entitas syariah akan menjadi katalis pertumbuhan berkelanjutan BTN sepanjang 2026.
