Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Kamis (26/02/2026) meningkat 29,13 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.351,36. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham terlikuid naik 2,55 poin atau 0,30 persen ke level 845,62.
Penguatan pada awal sesi ini melanjutkan tren positif pada perdagangan sebelumnya. Aktivitas transaksi pada awal pembukaan tercatat cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,2 triliun, volume perdagangan sekitar 1,8 miliar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 120 ribu kali dalam beberapa menit pertama perdagangan. Pergerakan tersebut menunjukkan minat beli yang cukup kuat sejak awal sesi.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 8.322,23 dengan nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp28 triliun, volume perdagangan sekitar 49 miliar saham dan frekuensi transaksi mendekati 2,8 juta kali. Tingginya likuiditas tersebut menjadi landasan positif bagi pergerakan indeks pada sesi berikutnya.
Dari sisi sektoral, penguatan pada awal perdagangan ditopang oleh saham-saham sektor keuangan, konsumer non primer, dan infrastruktur. Saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan komoditas turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks karena bobotnya yang besar terhadap pergerakan IHSG.
Secara eksternal, sentimen global yang cenderung stabil turut mendukung pergerakan pasar domestik. Bursa saham Asia bergerak variatif dengan kecenderungan menguat setelah pelaku pasar merespons positif perkembangan ekonomi global dan meredanya kekhawatiran terhadap arah suku bunga global. Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penopang karena meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berdenominasi rupiah.
Dari sisi domestik, optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid, termasuk pertumbuhan konsumsi dan investasi, memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. Ekspektasi terhadap kinerja keuangan emiten yang masih tumbuh pada awal tahun turut menjadi katalis tambahan.
Secara teknikal, posisi IHSG yang berada di atas area support jangka pendek membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistensi terdekat di kisaran 8.380 hingga 8.400. Namun demikian, potensi konsolidasi tetap terbuka apabila terjadi aksi ambil untung jangka pendek setelah kenaikan dalam beberapa sesi terakhir.
Analis pasar melihat pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi oleh arus dana asing, dinamika harga komoditas global, serta sentimen dari pasar regional. Jika nilai transaksi tetap terjaga tinggi dan dominasi saham yang menguat lebih besar dibandingkan yang melemah, maka peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka.
Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan Kamis menunjukkan optimisme pelaku pasar yang tercermin dari kenaikan indeks dan tingginya aktivitas transaksi. Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati perkembangan global dan domestik yang dapat memengaruhi volatilitas pasar sepanjang sesi perdagangan.
(Data AI)
