TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Masyarakat Diimbau Tunda Umrah, Ada 58.873 Jemaah Indonesia di Saudi

Nurdian Akhmad
2 March 2026 | 12:00
rubrik: Business Info
Masyarakat Diimbau Tunda Umrah, Ada 58.873 Jemaah Indonesia di Saudi

Jakarta, TopBusiness — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda sementara keberangkatan umrah hingga situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan demi menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia yang akan berangkat dalam waktu dekat.

“Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah,” ujar Dahnil dalam keterangannya yang dikutip Senin (2/3/2026).

Dampak eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai dirasakan sektor transportasi udara. Sejumlah maskapai penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dilaporkan terdampak. Beberapa maskapai melakukan perubahan rute maupun penundaan jadwal penerbangan yang berimbas pada jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia.

Menurut Dahnil, penundaan keberangkatan ini perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.

Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, Dahnil mengingatkan agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), konsulat jenderal, hingga perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

Ia memastikan Kementerian Luar Negeri siap memberikan fasilitasi, informasi, serta perlindungan kepada jemaah yang sedang menjalankan ibadah. Pemerintah juga memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel, dan otoritas terkait memberikan perlindungan serta memenuhi kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Dahnil turut mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang. Pemerintah, kata dia, terus fokus memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah di Arab Saudi.

Bagi jemaah yang dalam waktu dekat akan kembali ke Indonesia, ia meminta agar terus berkomunikasi dengan biro perjalanan masing-masing. Sementara bagi jemaah umrah mandiri, diminta aktif berkoordinasi dengan aparat yang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah.

BACA JUGA:   Umrah Perdana, Bandara Soetta Mulai Ramai

Jika terjadi penundaan kepulangan oleh maskapai, Dahnil menyebut maskapai telah berkomitmen menyediakan penginapan sementara. Pemerintah Arab Saudi juga disebut siap memberikan perpanjangan visa bagi jemaah yang masa berlakunya habis. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah akan mendampingi seluruh proses persiapan kepulangan.

Di sisi lain, Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana dan belum terdampak signifikan oleh situasi di Timur Tengah.

“Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lancar, tidak berdampak dari konflik di Timur Tengah dan konflik di Timur Tengah bisa selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini berada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Puji juga meminta para PPIU untuk terus menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Kementerian Haji dan Umrah, kata dia, terus berkoordinasi dengan instansi terkait di dalam maupun luar negeri guna memastikan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.

Di tengah situasi tersebut, s

Tags: jamaah umrah
Previous Post

Terkerek 30%, KAQI Optimistis bisa Salip Target Kinerja 2026

Next Post

Konflik Timur Tengah, BI Pastikan Jaga Rupiah Sesuai Fundamental

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR