Jakarta, TopBusiness – Tim riset Mandiri Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026). Di tengah meningkatnya risiko eksternal global, saham sektor perbankan, konsumer, hingga otomotif masih dinilai memiliki prospek yang solid.
Dalam laporan riset harian Investor Digest edisi 3 Maret 2026, Mandiri Sekuritas menyebut sektor perbankan tetap menjadi salah satu pilihan utama di pasar saham. Analis memperkirakan saham-saham perbankan berpotensi memberikan total shareholder return lebih dari 15 persen pada tahun ini, dengan kontribusi signifikan berasal dari dividen.
Dua saham yang menjadi top picks adalah BBRI milik Bank Rakyat Indonesia dan BRIS milik Bank Syariah Indonesia yang sama-sama mendapatkan rekomendasi Buy dari analis.
Selain itu, Mandiri Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi Buy untuk sejumlah saham perbankan besar lainnya seperti BBCA milik Bank Central Asia, BBNI milik Bank Negara Indonesia, serta BBTN milik Bank Tabungan Negara. Saham-saham tersebut dinilai memiliki fundamental yang kuat dengan pertumbuhan laba yang stabil.
Di sektor konsumer, saham CMRY milik Cimory juga memperoleh rekomendasi Buy. Perseroan mencatat kinerja yang kuat sepanjang 2025 dengan pertumbuhan penjualan sekitar 19 persen secara tahunan serta margin laba kotor mencapai 45,3 persen. Ke depan, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan sekitar 10–15 persen pada 2026 yang didorong oleh peningkatan volume penjualan.
Sementara itu, di sektor otomotif dan konglomerasi, saham ASII (PT Astra International Tbk) juga mendapat rekomendasi Buy dengan target harga Rp 7.500 per saham. Manajemen Astra optimistis pasar otomotif roda empat berpotensi pulih pada 2026 seiring membaiknya kondisi makroekonomi dan semakin akomodatifnya pembiayaan kendaraan.
Mandiri Sekuritas juga menyoroti kinerja positif saham JPFA milik Japfa Comfeed Indonesia yang mencatat peningkatan laba bersih berkat kuatnya harga jual ayam broiler serta peningkatan margin pada segmen pakan ternak. Saham JPFA juga tetap dipertahankan dengan rekomendasi Buy.
Selain itu, saham LPKR milik Lippo Karawaci juga memperoleh rekomendasi Buy setelah mencatat pertumbuhan laba bersih yang solid pada kuartal IV-2025, didorong oleh peningkatan pendapatan dari segmen apartemen serta keuntungan selisih kurs.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen makro. Inflasi Indonesia pada Februari tercatat meningkat menjadi sekitar 4,8 persen secara tahunan, sementara surplus perdagangan Indonesia menyempit menjadi sekitar USD1 miliar pada Januari 2026 akibat melemahnya ekspor komoditas.
Dengan kondisi tersebut, analis menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham dengan fundamental yang kuat serta potensi dividen yang menarik di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
