TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Fitch Ratings Turunkan Outlook RI Menjadi Negatif, Peringkat Tetap BBB

Nurdian Akhmad
4 March 2026 | 11:08
rubrik: Ekonomi
Fitch Ratings Turunkan Outlook RI Menjadi Negatif, Peringkat Tetap BBB

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating/IDR) di level BBB. Revisi tersebut dipublikasikan dalam pres rilis yang dikeluarkan Fitch Ratings, Rabu (4/3/2026).

Perubahan outlook tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, serta memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal.

Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB karena Indonesia masih dinilai memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Hal ini didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, rasio utang pemerintah yang moderat terhadap produk domestik bruto (PDB), serta cadangan eksternal yang masih memadai.

Namun, lembaga pemeringkat tersebut menilai sejumlah faktor masih menjadi tantangan bagi profil kredit Indonesia, antara lain rendahnya rasio penerimaan negara, tingginya biaya pembayaran utang pemerintah, serta indikator tata kelola yang tertinggal dibandingkan negara lain dengan peringkat BBB.

Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari PDB, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7 persen. Proyeksi tersebut dipengaruhi oleh asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif serta peningkatan belanja sosial, termasuk program makanan bergizi gratis.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak diperkirakan dapat memperbaiki penerimaan negara, namun dampaknya dinilai belum signifikan dalam jangka pendek. Fitch memperkirakan rasio penerimaan pemerintah terhadap PDB hanya sekitar 13,3 persen pada periode 2026–2027, jauh di bawah rata-rata negara dengan peringkat BBB.

BACA JUGA:   Anak Usaha Astra Ini Ber-Outlook ‘Stabil’

Risiko Eksternal dan Sentimen Investor

Di sisi eksternal, Fitch memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia akan melebar menjadi sekitar 0,8 persen dari PDB pada 2026, terutama akibat melemahnya ekspor bersih.

Meski demikian, cadangan devisa dinilai masih relatif kuat dengan kemampuan menutup sekitar lima bulan kebutuhan pembayaran transaksi berjalan. Namun, sentimen investor disebut masih rapuh, terutama setelah volatilitas pasar domestik dan kekhawatiran terkait tata kelola pasar modal. Kondisi tersebut berpotensi memicu arus keluar modal, menekan nilai tukar rupiah, serta meningkatkan biaya pinjaman bagi pemerintah.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid

Di tengah berbagai risiko tersebut, Fitch menilai ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat. Lembaga tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan tetap stabil di kisaran 5 persen pada 2026–2027, didorong oleh permintaan domestik, peningkatan belanja pemerintah, serta investasi di sektor hilirisasi.

Meski demikian, Fitch menilai target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen pada 2029 akan sulit dicapai tanpa reformasi struktural yang lebih mendalam.

Secara keseluruhan, Fitch menilai stabilitas kebijakan ekonomi, peningkatan penerimaan negara, serta penguatan tata kelola akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah peringkat kredit Indonesia di masa mendatang.

Tags: fitch ratings
Previous Post

Dukung Peningkatan Lifting Well Services Banyu Urip A07 Berhasil Tambah Produksi Hingga 12.300 BOPD

Next Post

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR