TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Tumbuh Positif, BPR Bank Kudus Perkuat Peran dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Abi Abdul Jabbar Sidik
4 March 2026 | 15:08
rubrik: BUMD, Business Info, Event
Kinerja Tumbuh Positif, BPR Bank Kudus Perkuat Peran dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Jakarta, TopBusiness – Di tengah dinamika ekonomi nasional serta tantangan sektor keuangan daerah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah terus dituntut mampu menjaga kinerja sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Dalam konteks tersebut, PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) menunjukkan performa bisnis yang semakin solid dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi kinerja keuangan, inovasi layanan, maupun dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal.

Kinerja positif tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda), Nataria Ika Prasetyawati, dalam kegiatan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara daring pada Rabu (25/02).

Nataria menjelaskan bahwa perusahaan terus memperkuat strategi bisnis untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi terhadap masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih karena kembali diberi kesempatan mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2026. Ini merupakan kali kedua kami mengikuti ajang yang sangat bergengsi ini. Bagi kami, kesempatan ini menjadi momentum untuk terus belajar sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam meningkatkan kinerja serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujar Nataria.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD berbentuk Perseroda, BPR Bank Daerah Kudus memiliki orientasi bisnis yang jelas untuk meningkatkan profit sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Visi kami adalah mewujudkan PT BPR Bank Daerah Kudus yang maju dan berkembang bersama nasabah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Karena kami adalah BUMD berbentuk Perseroda, maka orientasi usaha kami memang profit oriented. Kami memiliki amanah untuk memberikan kontribusi PAD sebesar-besarnya kepada daerah,” jelasnya.

Kinerja Keuangan Solid, Laba Tumbuh Signifikan

Dari sisi kinerja bisnis, BPR Bank Daerah Kudus menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menggembirakan dalam dua tahun terakhir. Hal ini tercermin dari pencapaian berbagai indikator utama seperti penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, hingga peningkatan laba perusahaan.

Berdasarkan data kinerja perusahaan, pada tahun 2025 realisasi kredit berhasil mencapai Rp50,27 miliar, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang sebesar Rp49,60 miliar.

Sementara itu, dari sisi pendapatan perusahaan berhasil mencatat realisasi sebesar Rp11,04 miliar, atau mencapai 109,87% dari target yang ditetapkan dalam RKA sebesar Rp10,05 miliar.

Capaian paling menonjol terlihat pada peningkatan laba perusahaan. Pada tahun 2025, BPR Bank Daerah Kudus berhasil mencatat laba sebesar Rp1,04 miliar, meningkat signifikan dibandingkan target laba dalam RKA yang hanya sebesar Rp445 juta.

BACA JUGA:   Perkenalkan Mekarsari, Program CSR Unggulan dari PLN IP UBP Grati

Menurut Nataria, pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten serta pengelolaan operasional yang semakin efisien.

“Meskipun terdapat tantangan seperti bencana banjir yang terjadi di wilayah Pantura, khususnya di Kudus dan sekitarnya, kami tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif. Bahkan pada tahun 2025 pendapatan kami berhasil mencapai 109,87% dari target dan laba perusahaan meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berjalan efektif,” jelasnya.

Secara tahunan, pendapatan perusahaan juga mencatat pertumbuhan sebesar 12,55% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan kinerja penjualan dan aktivitas intermediasi yang semakin kuat.

Tingkat Kesehatan Bank Tetap Terjaga

Selain pertumbuhan bisnis, kinerja positif BPR Bank Daerah Kudus juga tercermin dari tingkat kesehatan bank yang berada dalam kategori sehat.

Berdasarkan evaluasi kesehatan bank per Desember 2025, BPR Bank Daerah Kudus memperoleh Peringkat Komposit 2 atau kategori sehat, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis maupun perubahan kondisi ekonomi.

Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama yang meliputi profil risiko, tata kelola, rentabilitas, serta permodalan.

Pada aspek rentabilitas misalnya, perusahaan mencatat Return on Asset (ROA) sebesar 1,67%, yang menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki.

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 10,79%, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih dari aktivitas intermediasi perbankan.

Dari sisi permodalan, BPR Bank Daerah Kudus juga memiliki struktur modal yang sangat kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 47,21%, yang menunjukkan tingkat kecukupan modal yang sangat memadai untuk mendukung ekspansi usaha.

Nataria menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko serta penerapan tata kelola perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan.

“Penilaian tingkat kesehatan bank menunjukkan bahwa kondisi BPR Bank Daerah Kudus secara umum berada dalam kategori sehat. Hal ini tercermin dari profil risiko, penerapan tata kelola, rentabilitas, serta permodalan yang berada dalam kondisi baik. Dengan kondisi tersebut, kami dinilai mampu menghadapi berbagai perubahan kondisi bisnis maupun faktor eksternal lainnya,” jelas Nataria.

Layanan Jemput Bola dan Service Excellence

BACA JUGA:   BUMD Penggerak Daerah, PT Mitra Kerta Raharja Turut Wujudkan Kemandirian Ekonomi Tangerang

Selain memperkuat kinerja keuangan, BPR Bank Daerah Kudus juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Perusahaan menerapkan berbagai strategi untuk memperkuat loyalitas pelanggan, salah satunya melalui program service excellence yang diberikan kepada seluruh karyawan.

“Dengan adanya ketentuan OJK terkait perlindungan konsumen, kami harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Loyalitas nasabah menjadi poin yang sangat penting bagi kami, sehingga kami terus memberikan pelatihan service excellence kepada seluruh karyawan,” ujar Nataria.

Salah satu inovasi layanan yang menjadi keunggulan BPR Bank Daerah Kudus adalah layanan jemput bola bagi nasabah. Layanan ini ditujukan khususnya bagi pedagang pasar maupun aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor bank.

“Kami menerapkan layanan jemput bola kepada nasabah, khususnya pedagang pasar dan ASN yang tidak dapat meninggalkan tempat kerja pada jam operasional. Layanan ini sudah didukung dengan sistem yang langsung terkoneksi dengan teller di kantor sehingga prosesnya tetap aman dan efisien,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan prosedur layanan yang lebih sederhana dan cepat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan perbankan.

Inovasi Produk Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), BPR Bank Daerah Kudus juga menghadirkan berbagai produk inovatif.

Salah satu produk unggulan yang dikembangkan adalah SIKEPO, yaitu fasilitas kredit yang ditujukan bagi pelaku UMKM dengan plafon pinjaman hingga Rp3 juta tanpa agunan. Produk ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pedagang kecil sekaligus mendorong peningkatan dana pihak ketiga melalui tabungan nasabah.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan produk kredit KETUMBAR (Kredit Umum Bunga Andalan Rakyat)yang memberikan berbagai hadiah menarik kepada nasabah sesuai nominal kredit yang disetujui.

Sementara itu, melalui program SAMBEL TERASI (Sarana Modal Berusaha Lancar Bebas Administrasi), perusahaan memberikan kemudahan pembiayaan dengan menghapus biaya administrasi sehingga nasabah menerima dana kredit secara utuh.

Menurut Nataria, berbagai inovasi produk tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di daerah.

Transformasi Digital Perkuat Efisiensi Operasional

Dalam menghadapi era digitalisasi sektor keuangan, BPR Bank Daerah Kudus juga terus melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan tata kelola perusahaan.

BACA JUGA:   CSR PLN NP Tingkatkan Kualitas Hidup dan Green Energi

Perusahaan telah mengembangkan berbagai aplikasi digital internal seperti SIPTACOL, SIPRIMA, SIRENBIS, SIPATUH, SIPETA hingga Sistem Informasi Manajemen Risiko yang digunakan untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas pelaporan kepada regulator.

Salah satu inovasi digital yang dikembangkan adalah SIP-TAKOL (Sistem Informasi Penerapan Tata Kelola) yang digunakan untuk mempermudah pelaporan self assessment terkait penerapan tata kelola perusahaan kepada OJK.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Whistleblowing System yang memungkinkan nasabah maupun pihak internal melaporkan potensi pelanggaran atau fraud secara transparan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan internal serta penerapan prinsip good corporate governance.

Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Daerah

Sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Kudus, BPR Bank Daerah Kudus memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Salah satu kontribusi nyata perusahaan adalah melalui peningkatan pembiayaan kepada sektor UMKM.

Portofolio kredit UMKM perusahaan tercatat meningkat dari Rp35,77 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp41,05 miliar pada tahun 2025.

Selain itu, perusahaan juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2025, BPR Bank Daerah Kudus memberikan kontribusi PAD sebesar Rp22,36 juta, dan pada tahun 2026 kontribusi tersebut diperkirakan meningkat signifikan hingga Rp573,75 juta.

Perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial serta literasi keuangan kepada masyarakat yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

Program literasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, termasuk dalam hal menabung, berinvestasi, serta menghindari risiko keuangan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, edukasi keuangan kepada masyarakat, serta penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel,” ujar Nataria.

Di bawah kepemimpinan Nataria Ika Prasetyawati, BPR Bank Daerah Kudus juga berhasil mencatat berbagai pencapaian penting dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya adalah keberhasilan perusahaan membalikkan kondisi kinerja yang sebelumnya mengalami kerugian pada tahun 2020 menjadi kondisi yang semakin sehat dan profitable.

Selain itu, perusahaan juga berhasil mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan serta memperoleh penghargaan TOP CEO BUMD 2025.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, BPR Bank Daerah Kudus optimistis dapat terus memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Tags: BPR Bank KudusTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

SMI Siapkan Obligasi Rp 8–10 Triliun, Buka Peluang Partisipasi Publik Biayai Infrastruktur

Next Post

Kembangkan Bisnis Plastik Daur Ulang, WGSH Patok Kontribusi ke Pendapatan hingga 40%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR