TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Catatkan 85 Juta Penonton, CNMA Kantongi Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025

Busthomi
6 March 2026 | 10:34
rubrik: Capital Market
Kinerja kian Solid, CNMA Gaet Pendapatan Rp5,2 Triliun di 2023

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (IDX: CNMA) atau Cinema XXI, jaringan bioskop terbesar di Indonesia, mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan Rp5,7 triliun pada tahun 2024. Laba bersih setelah pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp776,2 miliar, sementara EBITDA tercatat Rp1,8 triliun.

“Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan,” ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, dalam keterangan resmi yang diterima TopBusiness, Jumat (6/3/2026).

Suryo menjelaskan bahwa capaian kinerja di tahun 2025 ditopang oleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp2 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar Rp298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.

Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®.

Cinema XXI terus memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan customer experience. Sepanjang tahun 2025, tim internal Cinema XXI berhasil mengembangkan total lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan tetap memperhatikan tren dan preferensi pasar.

Selain itu, perseroan mengimplementasikan strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix sebagai bagian dari optimalisasi strategi penjualan, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.

Di tahun 2025, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) tercatat meningkat 5,9% menjadi Rp25.814, mencerminkan peningkatan daya tarik produk serta kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja Perseroan.

BACA JUGA:   Jembatan Kali Kenteng Belum Beres Lebaran, Ini Solusinya

Sepanjang tahun 2025, Cinema XXI melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung).

Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

“Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif, dengan tetap menjaga kualitas layanan,” katanya.

Suryo menjelaskan bahwa Perseroan memandang prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kualitas dan keragaman konten.

Di tahun 2025, terdapat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!.

“Melihat antusiasme penonton dan kualitas konten yang terus berkembang, kami optimistis industri perfilman nasional akan terus bertumbuh. Cinema XXI siap memperkuat perannya melalui ekspansi terukur dan peningkatan standar pengalaman menonton, serta mendorong kolaborasi yang solid agar industri film Indonesia semakin kompetitif dan berkelanjutan,” tutup Suryo.

Tags: CNMAKinerja emitenPT Nusantara Sejahtera Raya Tbk
Previous Post

Antisipasi Dampak Konflik Iran VS Israel–AS, Kemenperin Perkuat Ketahanan Industri Nasional

Next Post

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR