Jakarta, BusinessNews Indonesia—Mendukung program nasional kabinet Kerja Jokowi-JK dalam meningkatkan ketahanan pangan, Bank Jawa Barat (BJB) akan melindungi petani dari jeratan para rentenir. Untuk tahun 2108 ini Bank BJB telah memersiapkan dana untuk kredit pertanian ini sebesar Rp 1 triliun.
Presiden Direktur Bank BJB, Ahmad Irfan, mengatakan, “Mungkin kami satu-satunya intitusi perbankan BPD yang fokus serta peduli akan kesejahteraan para petani di seluruh Jabar dan Indonesia ini. Kami telah memersiapkan dana Rp 1 triliun untuk dimanfaatkan dalam berbagai kredit pertanian dan perkebunan,” kata dia di Jakarta (3/4/2018), dalam wawancara dengan Dewan Juri Ahli Top BUMD 2018, yang digelar Majalah BusinessNews Indonesia.
“Kami sangat prihatin melihat para petani kita yang selalu terbelenggu dengan para rentenir. Berbagai produk kredit pertanian dengan berbunga rendah yang kami kucurkan dengan bunga 5,6% per tahun, ini lebih daripada KUR,” terang Irfan.
“Keseriusan kami dalam meningkatkan kemampuan para petani dalam literasi pembiayaan dan permodalan, itu agar para petani sejahtera hidupnya dengan menjaga sumber perekonomiannnya yang telah berjalan turun-temurun dari leluhurnya,” kata Irfan.
Irfan melanjutkan, pihaknya banyak bekerja sama dengan lembaga dan institusi pendidikan terbaik di negeri ini dalam memberikan pendampingan terus-menerus kepada petani. Lembaga pendidikan tersebut: Institut Teknologi Bandung (ITB),Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran, dan beberapa institusi terbaik negeri ini.
“Kami berharap kerja sama yang terbangun dengan baik ini akan bisa meningkatkan para wirausahawan usaha mikro yang tangguh di bidang pertanian dan sektor lainnya.”
