TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Nasabah Bullion Bank BSI Melonjak 400 Persen sejak Diluncurkan

Nurdian Akhmad
9 March 2026 | 16:00
rubrik: Business Info
Nasabah Bullion Bank BSI Melonjak 400 Persen sejak Diluncurkan

Jakarta, TopBusiness – Minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah nasabah layanan bullion bank milik PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang meningkat lebih dari 400 persen sejak layanan tersebut diluncurkan pada Februari 2025.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan layanan bank emas atau bullion bank tidak hanya memperkuat bisnis emas perseroan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang lebih mudah dan inklusif.

“Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Layanan bullion bank merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk membangun ekosistem pengelolaan emas nasional. Program tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin kegiatan usaha bullion kepada BSI dan PT Pegadaian.

Karakter layanan bullion yang mudah diakses secara digital dan berbasis prinsip syariah membuat investasi emas semakin diminati berbagai segmen masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi generasi muda dalam investasi emas di BSI. Komposisi nasabah emas dari kalangan generasi Z tercatat naik dari 24 persen menjadi 32 persen.

Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta sehingga mencapai lebih dari 23 juta nasabah, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.

Selain meningkatkan jumlah nasabah, layanan bullion juga mendorong pertumbuhan bisnis emas BSI. Hingga saat ini, total emas kelolaan perseroan telah mencapai 22,5 ton.

BACA JUGA:   Produksi Tembus 1.000 BOPD, Kepala SKK Migas Apresiasi Kinerja APGWI

Menurut Anggoro, kehadiran bullion bank melengkapi ekosistem layanan emas BSI yang sebelumnya telah mencakup berbagai produk seperti cicil emas dan gadai emas. Dengan adanya bullion bank, BSI kini memiliki layanan emas terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas hingga produk BSI Gold.

Ia menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dilakukan sesuai prinsip syariah dengan jaminan underlying berupa emas fisik yang tersimpan di fasilitas penyimpanan perseroan.

“Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” kata Anggoro.

Pertumbuhan bisnis bullion juga turut mendukung kinerja keuangan BSI. Hingga Desember 2025, aset perseroan tercatat mencapai Rp456 triliun atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pembiayaan BSI meningkat 14,49 persen YoY dengan kualitas tetap terjaga, tercermin dari cost of financing (CoC) di level 0,84 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,20 persen YoY menjadi Rp380 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan emas memiliki peran penting sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah dinamika ekonomi global.

“Emas menjadi instrumen investasi safe haven dalam kondisi apa pun. Untuk itu kami terus mendorong industri jasa keuangan, termasuk Bank Syariah Indonesia, untuk meningkatkan ekosistem bullion bank guna menjadi engine baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ke depan, BSI berencana terus memperkuat inovasi layanan bullion bank, meningkatkan literasi investasi emas syariah, serta memperluas kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri guna memperkuat ekosistem bank emas nasional. Selain sebagai instrumen investasi, BSI juga mendorong pemanfaatan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan nasabah, seperti untuk persiapan ibadah haji, kepemilikan rumah, maupun tujuan finansial lainnya.

Tags: Bank BSIBullion bank
Previous Post

Hutama Karya Terapkan Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Sejumlah Ruas JTTS

Next Post

BI: Konsumen Indonesia Masih di Level Optimis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR