TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dorong Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan, SMI Luncurkan Obligasi Ritel dengan Kupon 5,60% dan 6,05%

Busthomi
9 March 2026 | 23:07
rubrik: Capital Market, Ekonomi
Dorong Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan, SMI Luncurkan Obligasi Ritel dengan Kupon 5,60% dan 6,05%

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah (kedua dari kanan), didampingi Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti (kedua dari kiri) dan Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti (paling kanan), saat peluncuran ORIS di Jakarta, Senin (9/3/2026). Turut hadir perwakilan Joint Lead Underwriter, Kristanto Cahyadi, Head of Corporate Finance PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (paling kiri), yang akan memimpin proses penawaran, sosialisasi, serta roadshow ORIS sebagai instrumen investasi PT SMI yang menyasar investor ritel. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS).

Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar.

Acara peluncuran yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Senin (9/3/2026). Acara dihadiri oleh Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, serta perwakilan dari Joint Lead Underwriter.

Peluncuran ORIS mempertegas peran PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sejak didirikan pada 2009, PT SMI telah menjadi agen pembangunan berkelanjutan nasional dengan mengakselerasi pembangunan di sektor infrastruktur strategis seperti transportasi, energi terbarukan, kesehatan, hingga penyediaan air minum, yang diwujudkan melalui skema pembiayaan inovatif serta mobilisasi pendanaan dari berbagai sumber.

Sebagai instrumen strategis negara, PT SMI berfungsi sebagai fiscal tool untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 Mandat ini ditekankan kembali pada momentum HUT ke-17 PT SMI pada 26 Februari 2026 lalu, di mana Perseroan diarahkan untuk senantiasa memiliki kerangka dampak yang nyata.

Fokus PT SMI bukan sekadar pada penyelesaian proyek fisik semata, melainkan pada nilai tambah yang dihasilkan bagi masyarakat. PT SMI telah aktif menerbitkan obligasi sejak tahun 2014, dimana partisipasi investor institusional masih sangat dominan dibandingkan dengan partisipasi investor individual.

Dalam konteks inilah, ORIS hadir untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi investor individu untuk turut berkontribusi langsung pada pembiayaan proyek-proyek yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:   GCG Bikin PT SMI Makin Eksis

Dalam acara itu, Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, berharap inisiatif dari PT SMI melalui instrumen investasi ORIS ini dapat menjadi langkah strategis yang berdampak positif terhadap perluasan basis investor domestik.

“ORIS merupakan manifestasi dari transformasi PT SMI sebagai DFI yang inklusif, di mana kami memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional,” kata dia.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memiliki dampak positif terhadap sosial dan lingkungan, sesuai dengan Sustainable Funding Framework PT SMI.

Proyek-proyek tersebut mencakup sektor “hijau” seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor “sosial” seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.

Kerangka pendanaan ini menjamin prinsip keberlanjutan, akuntabilitas, dan transparansi. ORIS juga didukung oleh peringkat nasional idAAA dari Pefindo, yang menegaskan kredibilitas dan akuntabilitas instrumen ini dalam ekosistem pasar modal.

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, menegaskan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi utama Perseroan.

“Sebagai DFI, setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif. Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya,” terang Pradana.

“Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata,” imbuh dia.

BACA JUGA:   29 Perusahaan Grup Summarecon Terima Tambahan Modal, Ada yang Triliunan Rp

Direktur Operasional & Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menambahkan bahwa melalui ORIS, masyarakat tidak hanya berinvestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi pada pembangunan nasional mulai dari akses layanan dasar, konektivitas wilayah, hingga kualitas lingkungan yang lebih baik.

“Tentunya akan ada kebanggaan tersendiri ketika kita mengetahui bahwa investasi kita turut mendukung pembangunan yang berdampak nyata bagi bangsa. Kami ingin menghadirkan instrumen yang bukan hanya rasional secara finansial, tetapi juga bermakna secara sosial,” terang Aradita.

Menurutnya, ketika masyarakat berpartisipasi melalui ORIS, di situlah tumbuh rasa memiliki terhadap pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat literasi dan kedewasaan investasi nasional.

Sebagai bagian dari proses penawaran umum, PT SMI bersama Join Lead Underwriter yang telah ditunjuk yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. akan melakukan rangkaian sosialisasi dan roadshow ORIS di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

“Roadshow bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon investor,” tutur Kristanto Cahyadi, Head of Corporate Finance dari PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

Menurut Kristanto, instrument investasi QRIS ini menawarkan tenor 1 dan 3 tahun dengan kupon sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun. “Dengan nilai minimum pemesanan ORIS adalah sebesar Rp5 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta untuk setiap tambahan nilai pemesanan,” dia menerangkan.

Melalui ORIS, PT SMI membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Selain memperdalam pasar keuangan domestik, ORIS diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih inklusif, serta memperkokoh struktur pendanaan jangka panjang yang memiliki dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Tags: Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMIORISpembiayaan infrastruktur berkelanjutanPT Sarana Multi InfrastrukturPT SMI
Previous Post

Tarian AI di Sektor Properti

Next Post

Tinjau Rig PDSI#54.2 di Rokan, Direksi Pertamina Drilling Perkuat Budaya Safety

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR