Jakarta, TopBusiness—PT ITSEC Asia Tbk berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) guna meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya di pasar modal. Rencana aksi korporasi tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026.
Corporate Secretary PT ITSEC Asia Tbk, Viko Setiyawan, menyampaikan bahwa rencana stock split ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas basis investor. “Serta membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor di pasar modal,” kata dia dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, hari ini.
Perseroan menilai harga saham ITSEC saat ini relatif tinggi, sehingga nilai pembelian untuk satu lot saham hanya dapat dijangkau oleh sebagian investor. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi stock split, manajemen berharap jumlah saham yang beredar meningkat sehingga harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel maupun institusi.
Viko menjelaskan bahwa secara teknis, rencana pemecahan saham akan dilakukan dengan rasio 1:2. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi dua saham baru. Dengan skema tersebut, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat dari sekitar 6,71 miliar saham menjadi sekitar 13,42 miliar saham setelah pelaksanaan stock split. Sementara itu, nilai nominal saham akan berubah dari Rp25 per saham menjadi Rp12,50 per saham.
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan stock split tidak akan mengubah nilai kepemilikan pemegang saham secara ekonomi. Penyesuaian jumlah saham dan harga akan dilakukan secara proporsional sehingga tetap mencerminkan nilai investasi yang setara sebelum aksi korporasi tersebut dilakukan.
Selain itu, penyesuaian juga akan dilakukan terhadap Waran Seri I perseroan dengan kode CYBR-W yang tercatat di BEI. Jumlah waran yang belum dilaksanakan akan meningkat dari sekitar 240,23 juta waran menjadi sekitar 480,46 juta waran, sementara harga pelaksanaannya akan disesuaikan dari Rp400 menjadi Rp200 per waran. Rasio pelaksanaan tetap 1 waran untuk 1 saham.
Menurut Viko, stock split juga diharapkan dapat memperluas basis pemegang saham dan meningkatkan volume perdagangan saham perseroan di bursa. Dengan meningkatnya likuiditas, pasar diharapkan memiliki persepsi yang lebih positif terhadap prospek dan kinerja jangka panjang perusahaan.
Sebelumnya, perseroan telah memperoleh persetujuan prinsip dari BEI terkait rencana pemecahan saham tersebut melalui surat yang diterbitkan pada Februari 2026. Selanjutnya, perseroan akan melanjutkan proses sesuai ketentuan regulasi, termasuk meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.
Adapun pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada akhir sesi perdagangan 17 Maret 2026. Jika disetujui, perseroan menargetkan perdagangan saham dengan nilai nominal baru dapat dimulai di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Mei 2026.
“Dengan langkah ini, ITSEC Asia berharap saham perseroan menjadi semakin likuid dan menarik bagi investor di Bursa Efek Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan nilai perusahaan dalam jangka panjang,” Viko berkata. (Penggunaan AI)
