Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Dalam laman samuel.co.id, riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Kamis (12/3/2026) memperlihatkan judul JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu (11 Maret): Dow -0,61%, S&P 500 -0,08%, dan Nasdaq +0,08%. Kontrak berjangka saham turun pada Rabu malam karena Dow Jones Industrial Average mencatat kerugian kedua berturut-turut dan kenaikan harga minyak membuat para pedagang gelisah. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 1,78% menjadi 4,230%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,41% menjadi 99,23.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (11 Maret): Minyak mentah WTI naik 4,55% menjadi USD 87,25/bbl, minyak mentah Brent naik 4,76% menjadi USD 91,98/bbl, batu bara naik 2,90% menjadi USD 134,90/ton, CPO naik 1,60% menjadi MYR 4.499/ton, dan emas turun 0,30% menjadi USD 5.176/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (11 Maret): Hang Seng turun 0,24%, Nikkei melonjak 1,43%, dan Shanghai naik 0,25%.
JCI turun 0,69% menjadi 7.389,40, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 941,0 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 732,7 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 208,3 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 261,9 miliar), BUMI (Rp 137,2 miliar), dan BBRI (Rp 80,3 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di TLKM (Rp 160,5 miliar), BMRI (Rp 39,6 miliar), dan ITMG (Rp 30,8 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah BYAN, TLKM, dan GOTO, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih lambat adalah BBCA, AMMN, dan BREN.
Pagi ini, baik KOSPI (0,21%) maupun Nikkei (1,22%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun karena sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian isi laporan riset.
