TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program GROW PLN UIT JBT Didorong Jadi Model CSR Berbasis Transisi Energi dan Pemberdayaan Desa

Mi’roji
13 March 2026 | 13:55
rubrik: Business Info, CSR, Event
Program GROW PLN UIT JBT Didorong Jadi Model CSR Berbasis Transisi Energi dan Pemberdayaan Desa

Jakarta, TopBusiness – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) memaparkan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk Green Right of Way (GROW) dalam sesi wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness pada Rabu, 11 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan, ketahanan energi, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar jalur transmisi listrik. 

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBT Irfan Saputra menjelaskan bahwa program GROW lahir dari kebutuhan untuk mengurangi risiko gangguan pada jaringan transmisi akibat vegetasi di koridor Right of Way (ROW) sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Sebagai pengelola jalur backbone transmisi 500 kV yang menopang sistem kelistrikan Jawa, kami menghadapi risiko gangguan vegetasi di ruang aman transmisi. Program GROW dirancang agar pengelolaan vegetasi tidak lagi sekadar penebangan, tetapi menjadi solusi berkelanjutan yang juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Irfan. 

PLN UIT JBT sendiri mengelola sistem penyaluran listrik melalui gardu induk dan jaringan transmisi dengan tegangan 500 kV hingga 30 kV yang menjadi bagian penting dari sistem interkoneksi Jawa, Madura, dan Bali. Wilayah operasionalnya mencakup tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Dalam implementasinya, program GROW mengubah pola pemanfaatan lahan di bawah jalur transmisi yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan tanaman energi. Salah satunya melalui penanaman 29.000 pohon kaliandra merah di lahan seluas 8 hektare di Desa Keleng, Kabupaten Cilacap. Tanaman tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai biomassa yang diolah menjadi sawdust untuk kebutuhan co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

Menurut Irfan, pendekatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta melalui skema kemitraan pentahelix.

BACA JUGA:   Geopolitik Memanas, MTDL Perkuat Portofolio dan Layanan Digital

“Program ini tidak hanya menurunkan risiko operasional pada jaringan transmisi, tetapi juga menciptakan shared value. Masyarakat dilibatkan sebagai mitra aktif dalam menjaga aset transmisi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan biomassa,” katanya. 

Program GROW juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Data hingga Juni 2025 menunjukkan sebanyak 315,7 ton sawdust telah dipasok ke PLTU Adipala melalui mitra distribusi. Program ini juga membuka lapangan kerja bagi 35 warga miskin Desa Keleng serta meningkatkan pendapatan masyarakat hingga sekitar Rp 2,5 juta per bulan. 

Di sisi lain, pengelolaan tanaman energi tersebut turut membantu perusahaan mengurangi biaya pemeliharaan koridor transmisi hingga sekitar Rp180 juta per kilometer per tahun serta berkontribusi pada penurunan emisi karbon. 

Kepala Desa Keleng, Arsidi, menyebut kehadiran program ini membawa perubahan dalam pemanfaatan lahan masyarakat di bawah jalur transmisi listrik.

“Awalnya pemilik lahan di bawah SUTET ini kurang produktif, petani juga kurang inisiatif dalam pengelolaannya. Setelah PLN datang dengan program Green Right of Way, petani didorong menanam tanaman yang lebih produktif,” ujarnya. 

Hal serupa disampaikan warga Desa Keleng, Turmudi, yang merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut. “Sekarang kami bisa mendapat penghasilan tambahan. Dulu kami hanya bertani biasa, sekarang kami tahu bertani yang lebih modern dan memiliki nilai ekonomis serta investasi jangka panjang,” kata Turmudi. 

Kedepan, PLN UIT JBT menargetkan pengembangan program ini sebagai model pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis biomassa, termasuk rencana pembentukan desa wisata biomassa serta pengembangan pasar produk hingga tingkat internasional. Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung transisi energi serta target pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia. 

Tags: PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian TengahTOP CSR Awards 2025TOP CSR Awards 2026
Previous Post

Ini Dia Pabrik AI untuk Perusahaan Sedunia

Next Post

Memberi Manfaat Nyata bagi Nasabah, Bank Jago Konsisten Tumbuh di 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR