Jakarta, TopBusiness – Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) terus menunjukkan progres positif. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya kegiatan Serah Terima Tanah Bebas dan Simbolisasi Pendaftaran Konsinyasi Pengadaan Tanah yang merupakan bagian dari proses pembangunan proyek strategis tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan, Syahrudin, S.T.,M.App.Sc.,Ph.D.; Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P, M.M.; Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Barat, Teddi Guspriadi, S.SiT., M.Sc.; Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, S.T. M.Sc., M.Eng.; Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser; serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan serah terima lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Barat kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian Pekerjaan Umum yang terdiri atas 10 bidang fasilitas sosial/fasilitas umum (fasos/fasum) dan 2 bidang milik masyarakat yang telah berstatus bebas dan tidak melalui mekanisme konsinyasi.
Selain itu, dilakukan juga simbolisasi pendaftaran konsinyasi untuk 12 bidang tanah sebesar 6,69 Ha sebagai bagian dari proses penyelesaian pengadaan tanah proyek. Dari total keseluruhan tanah Masyarakat sebesar 8,49 Ha yang menjadi target pengadaan, saat ini tersisa sekitar 7 bidang dengan luas 0,17 Ha diantaranya terdiri dari 5 bidang lahan Masyarakat dan 2 lahan fasos/fasum yang masih dalam proses tindak lanjut oleh BPN Sumbar. Adapun penetapan konsinyasi direncanakan akan dilaksanakan pada April 2026.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memberikan kepastian terhadap proses pengadaan tanah proyek flyover sitinjau lauik.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting karena memberikan titik terang dan kepastian terhadap proses pembebasan lahan, meskipun sebagian harus ditempuh melalui mekanisme konsinyasi. Hal ini tentu memberikan optimisme bagi HPSL untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat beserta jajaran, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melalui Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Barat, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan.” ujarnya dalam siaran pers.
Secara keseluruhan kebutuhan lahan untuk proyek mencapai sekitar 17,3 Ha. Selain tanah masyarakat, sebagian area proyek juga berada di Kawasan tanah hutan lindung yang telah bebas sebesar 8,81 Ha dimana persyaratan perizinan dari Kementerian Kehutanan berupa PPKH dan Penetapan Area Kerja (PAK) telah terpenuhi.
Disisi lain, pembangunan fisik Flyover Sitinjau Lauik juga terus berjalan dilapangan. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 15 persen.
Dengan semakin jelasnya proses pengadaan tanah diharapkan pembangunan Proyek Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) dapat terus berjalan lancar sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan konektivitas serta keselamatan transportasi di Sumatera Barat.
