Transformasi bisnis, digitalisasi layanan, serta penguatan pembiayaan UMKM menjadi strategi Bank BAPAS 69 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Magelang.
Jakarta, TopBusiness — Di banyak daerah di Indonesia, denyut ekonomi sering kali tidak bermula dari pusat-pusat bisnis besar. Ia lahir dari kios kecil di pasar tradisional, dari warung keluarga di sudut desa, hingga dari para pelaku usaha mikro yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat sehari-hari.
Di ruang-ruang ekonomi rakyat itulah peran bank daerah menemukan maknanya. Bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan mitra yang membuka akses permodalan, memperkuat usaha kecil, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peran itulah yang terus diperkuat oleh Bank BAPAS 69, bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang. Melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan, bank ini berupaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Bank BAPAS 69 Rohmad Widodo saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Senin (16/3/2026).
“Sebagai BUMD, kami tidak hanya menjalankan fungsi bisnis. Bank daerah harus hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan, terutama dalam memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Rohmad.
Dalam kesempatan tersebut, Rohmad memaparkan materi bertajuk “Transformasi dan Inovasi Bank BAPAS 69 dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Daerah Berkelanjutan.”
Ia didampingi Direktur Kepatuhan Dyah Retno Andiani, Direktur Operasional Heni Astuti, serta Kepala Seksi KMRA Nursita Pratiwi.
Penjurian dilakukan oleh Amni Zarkasyi Rahman (FISIP Universitas Diponegoro), Sentot Baskoro (Asosiasi GRK Indonesia), Ina Sawitri (Yayasan Pakem), serta Teguh Imam Suyudi (TopBusiness).
TOP BUMD Awards merupakan ajang pembelajaran sekaligus apresiasi bagi BUMD yang dinilai memiliki kinerja unggul, melakukan inovasi berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Tema yang diangkat tahun ini adalah “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.”
Banknya UMKM
Kesadaran bahwa ekonomi daerah bertumpu pada kekuatan usaha kecil menjadi titik awal strategi Bank BAPAS 69.
Sebagai BPR milik Pemerintah Kabupaten Magelang, bank ini menempatkan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai inti dari pengembangan bisnisnya.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, kami ingin memastikan pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang sehat, mudah, dan terjangkau,” kata Rohmad.
Bank BAPAS 69 menyalurkan kredit produktif bagi pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan pasar tradisional hingga sektor pariwisata dan pertanian.
Namun peran bank tidak berhenti pada pembiayaan. Bank juga memberikan pendampingan melalui pelatihan usaha, pameran produk, hingga program penghargaan UMKM Award yang digelar secara rutin.
Selain itu, bank menyediakan portal informasi UMKM Kabupaten Magelang sebagai sarana promosi digital bagi produk-produk usaha masyarakat.
“Permodalan memang penting, tetapi pengembangan usaha juga membutuhkan pendampingan. Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” ujar Rohmad.
Transformasi Digital
Seiring berkembangnya teknologi, Bank BAPAS 69 juga menyadari bahwa akses layanan keuangan harus semakin mudah dijangkau masyarakat.
Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu fokus transformasi perusahaan.
Bank mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Salah satunya melalui aplikasi Quick Bapas yang memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan secara digital.
Di sisi internal, bank juga membangun sistem digital seperti Portal Kepatuhan dan HRM 69 untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pengelolaan sumber daya manusia.
Selain itu, mobil kas keliling dihadirkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang belum memiliki akses layanan perbankan memadai.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi cara agar bank daerah tetap relevan dan mampu memberikan layanan yang lebih cepat dan mudah,” kata Rohmad.
Kinerja Tetap Terjaga
Transformasi yang dilakukan Bank BAPAS 69 berjalan beriringan dengan kinerja bisnis yang tetap stabil.
Hingga 2025, total aset bank tercatat mencapai Rp 1,585 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,563 triliun. Laba bersih perusahaan juga berada di kisaran Rp 31,4 miliar.
Sejumlah indikator kesehatan bank menunjukkan kondisi yang kuat.
Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 24,9 persen, jauh di atas ketentuan minimal 12 persen. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 2,73 persen, masih di bawah batas maksimal 5 persen.
Menurut Rohmad, stabilitas kinerja tersebut menjadi fondasi penting bagi bank untuk terus memperluas peran sosial dan ekonominya.
“Bank harus tumbuh secara sehat agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Kontribusi Daerah
Sebagai BUMD, Bank BAPAS 69 juga memegang peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), bank ini juga aktif mendukung berbagai program ekonomi masyarakat.
Hingga 2025, kontribusi Bank BAPAS 69 terhadap PAD Kabupaten Magelang telah mencapai lebih dari Rp 213 miliar.
Bank juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan ekonomi lokal.
Selain itu, dukungan terhadap ketahanan pangan daerah dilakukan melalui pembiayaan sektor pertanian dan usaha produktif masyarakat.
“BUMD harus mampu memberikan dampak yang luas. Tidak hanya pada bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” kata Rohmad.
Menjaga Arah Transformasi
Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, peran bank daerah menjadi semakin penting.
Bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai institusi yang menjembatani kebutuhan pembangunan daerah dengan kekuatan ekonomi masyarakat.
Transformasi yang dilakukan Bank BAPAS 69 menunjukkan bahwa bank daerah dapat tumbuh sehat sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan BUMD tidak hanya diukur dari angka-angka kinerja keuangan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memperkuat ekonomi rakyat dan membuka peluang bagi masa depan daerah.
Dan di tengah denyut ekonomi masyarakat itulah, bank daerah seperti Bank BAPAS 69 terus menemukan alasan keberadaannya: menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

