Jakarta, TopBusiness – Merger BUMN di sektor logistik akan segera rampung di semester pertama 2026. PT Pos yang menjadi jangkar BUMN di sektor logistik akan diperkuat dengan konsolidasi sejumlah anak usaha BUMN sektor logistik. Anak usaha itu di antaranya Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, dan KAI Logistik.
Kepala BP BUMN yang juga merupakan CEO Danantara Asset Management, Dony Oskaria menjelaskan konsolidasi ini adalah untuk membentuk ekosistem BUMN logistik yang kuat dan efisien. “Karena kita punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali kan. Kita mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong, maka langkah selanjutnya adalah merger,” kata Dony saat dijumpai wartawan di Stasiun Manggarai, Senin (16/3/2026).
Dony mengatakan, konsolidasi BUMN logistik direncanakan rampung dalam semester pertama di tahun ini. Diawali dengan perubahan struktur direksi di PT Pos yang sudah rampung, kini proses konsolidasi seluruh BUMN sektor logistik sedang berjalan. “Jadi kami mulai langsung, Insya Allah mudah-mudahan dalam empat bulan ke depan sudah selesai. Masih ditargetkan rampung semester satu,” ujar Dony.
Dony menjelaskan, pada prinsipnya proses optimalisasi BUMN mengacu pada semangat untuk menciptakan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Optimalisasi itu di antaranya melalui konsolidasi.
“Setelah kita melakukan fundamental business review seluruh perusahaan kita, hasilnya ada empat. Yang pertama ada di likuidasi, kedua ada di divestasi, ketiga konsolidasi, dan keempat dilakukan restrukturisasi,” ujar Dony.
Dalam sektor logistik optimalisasi lewat konsolidasi dinilai akan semakin memperkuat peran BUMN yang tak hanya dalam ekosistem bisnis logistik dalam negeri melainkan juga regional. Hal ini sekaligus untuk menjamin semakin lancarnya alur distribusi logistik pada dari supplier pada masyarakat.
[00.55, 17/3/2026] +62 813-1814-7715: Tegas Benahi BUMN Karya, Dony Oskaria: Restrukturisasi Hampir Final
JAKARTA — Kepala BP BUMN yang juga CEO Danantara Asset Management, Dony Oskaria menegaskan, proses restrukturisasi BUMN Karya hampir final. Restrukturisasi menjadi langkah awal sebelum BUMN Karya melangkah pada fase konsolidasi ke dalam tiga core utama yakni konstruksi di area building, infrastruktur, dan engineering procurement and construction (EPC).
Dony menjelaskan restrukturisasi yang dimulai perbaikan fundamental perusahaan, terutama lewat impairment laporan keuangan. “Mereka (BUMN Karya) kan saat ini sudah melakukan restrukturisasi, sudah hampir final. Kita sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian kita restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi,” ujar Dony saat dijumpai wartawan di Stasiun Manggarai, Senin (16/3/2026).
Usai restrukturisasi untuk memperbaiki fundamental perusahaan, tahap selanjutnya adalah konsolidasi. Konsolidasi dilakukan dengan melihat kompetensi dari masing-masing BUMN dengan tiga core bisnis utama yang dicanangkan.
“Fase konsolidasi ini yang tadi saya sampaikan, kita lihat kecocokan. Kita hanya akan masuk nanti ke tiga kelompok besar saja di masing-masing. Ada yang di infrastructure, ada yang di building dan gedung, ada yang di EPC,” ujar Dony.
Dengan perbaikan fundamental dan konsolidasi, Kepala BP BUMN ini optimistis masa depan BUMN Karya akan semakin cerah. “Mudah-mudahan tahun ini kita punya BUMN-BUMN yang akan sehat dan terutama sekali governance-nya kita harapkan menjadi lebih baik,” kata Dony.
Dony menegaskan BUMN Karya melangkah menuju konsolidasi dengan semangat transparansi. Setiap BUMN, kata Dony, terbuka untuk diawasi. “Dan teman-teman wartawan monitor terus. Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Gak apa-apa. Kan itu bentuk daripada kontrol kita terhadap BUMN-BUMN yang memang milik rakyat,” ujar Dony menegaskan.
