Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan terakhir sebelum periode libur panjang, seiring aksi beli selektif investor di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pada pembukaan perdagangan Selasa (17/3), IHSG tercatat naik 52,32 poin atau sekitar 0,74% ke level 7.074,61, dibandingkan penutupan sebelumnya di kisaran 7.022. Penguatan berlanjut pada awal sesi dengan indeks sempat bergerak di area 7.110–7.120, mencerminkan masih adanya optimisme pasar dalam jangka pendek.
Sentimen positif tersebut didorong oleh pergerakan bursa global yang relatif stabil serta minat beli pada saham sektor perbankan dan komoditas. Kedua sektor ini masih menjadi penopang utama indeks, mengingat bobotnya yang besar dalam pergerakan IHSG.
Namun demikian, pelaku pasar mulai menunjukkan sikap wait and see menjelang periode libur panjang yang telah ditetapkan oleh BEI. Seperti diketahui, perdagangan saham domestik akan dihentikan sementara mulai Rabu (18/3) dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian cuti bersama.
Kondisi ini membuat sebagian investor memilih untuk melakukan profit taking maupun mengurangi posisi guna mengantisipasi potensi risiko global selama pasar tutup. Minimnya sentimen domestik selama periode libur juga menjadi pertimbangan pelaku pasar untuk tidak terlalu agresif dalam melakukan akumulasi.
Analis menilai, setelah periode libur panjang berakhir, IHSG berpotensi mengalami pergerakan yang lebih volatil. Hal ini seiring adanya penyesuaian terhadap berbagai sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral, pergerakan harga komoditas, serta dinamika nilai tukar rupiah.
Selain itu, arus dana asing juga akan menjadi faktor krusial dalam menentukan arah indeks selanjutnya. Jika aliran dana kembali masuk ke pasar emerging markets, termasuk Indonesia, maka IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan. Sebaliknya, tekanan eksternal dapat memicu aksi jual dan koreksi indeks dalam jangka pendek.
Dengan demikian, momentum menjelang libur panjang ini cenderung dimanfaatkan investor untuk melakukan konsolidasi portofolio, sembari menunggu kejelasan arah pasar saat perdagangan kembali dibuka.
Data: AI
