Jakarta, TopBusiness – PT Pindo Deli Pulp and Paper Mill Karawang terus memperkuat implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai strategi utama dalam menciptakan keberlanjutan bisnis dan nilai jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Andy Subrianto selaku Head of EMS dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, Jumat, 27 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa CSR saat ini bukan lagi sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.
“CSR dan ESG menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai jangka panjang dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Andy dalam paparannya.
Menurutnya, perusahaan mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Pendekatan tersebut dilakukan secara partisipatif melalui social mapping untuk memastikan program tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Dalam implementasinya, Pindo Deli juga mengembangkan sistem perencanaan berbasis Social Impact Assessment (SIA) serta memperkuat proses monitoring dan evaluasi program secara berkala. Selain itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program CSR.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, perusahaan mengusung inisiatif Regenesis yang diluncurkan pada 2025. Program ini menjadi platform strategis untuk mendorong praktik bisnis berkelanjutan melalui perlindungan lingkungan, pengelolaan karbon, serta penguatan kemitraan.
Di sisi operasional, Pindo Deli menerapkan program “Zero Waste, Zero Emission” dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya serta mengolah limbah industri menjadi bahan baku produksi. Inisiatif ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Selain itu, berbagai program unggulan CSR terus dikembangkan, seperti pemberdayaan UMKM berbasis lingkungan, pengembangan eco-wisata “Hutan Kertas”, serta program kesehatan masyarakat melalui pengobatan gratis dan edukasi keselamatan kerja. Program-program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Perusahaan juga mencatat dampak sosial yang signifikan dari implementasi CSR. Salah satunya terlihat pada program jembatan penyeberangan yang memiliki nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai 160,78.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelas Andy.
Lebih lanjut, Pindo Deli menegaskan komitmennya terhadap transparansi melalui penyusunan laporan keberlanjutan yang mengacu pada standar nasional maupun internasional. Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Melalui integrasi CSR dan ESG, Pindo Deli optimistis dapat terus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” pungkas Andy.
