Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Dalam laman samuel.co.id, riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (30/3/2026) memperlihatkan judul JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat (27 Maret): Dow -1,73%, S&P 500 -1,67%, dan Nasdaq -2,15%. Dow Jones Industrial Average jatuh hampir 800 poin ke wilayah koreksi karena harga minyak melonjak di atas USD 110 di tengah ketegangan Selat Hormuz, memperpanjang kerugian mingguan kelima berturut-turut S&P 500. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,36% menjadi 4,428%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,25% menjadi 100,15.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (27 Maret): Minyak mentah WTI naik 5,46% menjadi USD 99,64/bbl, minyak mentah Brent naik 4,22% menjadi USD 112,57/bbl, batu bara naik 1,30% menjadi USD 143,85/ton, CPO turun 0,40% menjadi MYR 4.631/ton, dan emas naik 2,70% menjadi USD 4.494/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (27 Maret): Hang Seng naik 0,38%, Nikkei turun 0,43%, dan Shanghai naik 0,63%.
JCI turun 0,94% menjadi 7.097,06, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.764,3 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 1.894,6 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 130,3 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 1.125,3 miliar), BBRI (Rp 343,9 miliar), dan BBNI (Rp 123,7 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di ANTM (Rp 65,1 miliar), EMAS (Rp 44,3 miliar), dan BUMI (Rp 33,9 miliar). Pergerakan utama terjadi pada MEGA, GIAA, dan JPFA, sedangkan pergerakan yang tertinggal terjadi pada ASII, TLKM, dan BMRI.
Pagi ini, baik KOSPI (-4,43%) maupun Nikkei (-5,35%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun di tengah sentimen negatif di pasar global dan regional,” demikian isi laporan riset.
