Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (30/3/2026). IHSG terkoreksi 5,38 poin atau 0,08 persen ke level 7.091,67 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Sejak pembukaan, tekanan jual sempat mendominasi terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Namun, menjelang penutupan, IHSG mampu memangkas sebagian pelemahan seiring masuknya aksi beli selektif oleh pelaku pasar.
Aktivitas perdagangan saham terpantau tetap ramai dengan frekuensi transaksi sekitar 1,7 juta kali. Volume perdagangan mencapai kurang lebih 29 miliar saham dengan nilai transaksi harian berada di kisaran Rp21 triliun. Pergerakan saham didominasi oleh penurunan, di mana jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan yang menguat.
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham perbankan besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. PT Bank Central Asia Tbk turun ke posisi lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang juga melemah, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang terkoreksi dan turut menekan pergerakan IHSG.
Di sisi lain, beberapa saham justru menjadi penahan laju pelemahan indeks. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mencatat penguatan signifikan dan menjadi salah satu penopang utama indeks. Selain itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk serta PT Amman Mineral Internasional Tbk juga bergerak menguat sehingga membantu membatasi penurunan IHSG.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang hanya melemah tipis mencerminkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Tekanan dari aksi ambil untung pada saham perbankan berimbang dengan minat beli pada saham sektor teknologi dan energi. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil mencermati sentimen global dan arah aliran dana asing, sehingga pergerakan indeks dalam jangka pendek diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif dalam rentang terbatas.
Data AI
