Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (31/03/2026). IHSG turun 43,44 poin atau 0,61% ke level 7.048,22, melanjutkan tren koreksi yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Aktivitas perdagangan saham sepanjang hari ini terpantau cukup aktif. Pada penutupan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.285.432 kali transaksi. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 27,84 miliar saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp18,72 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 238 saham menguat, 312 saham melemah, dan 210 saham tidak mengalami perubahan.
Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA turun ke level 9.125, BBRI melemah ke 5.575, dan BMRI terkoreksi ke 6.250. Selain itu, TLKM berada di level 3.980 dan ASII turun ke 5.825. Tekanan pada saham-saham tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan indeks secara keseluruhan.
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang masih mampu menahan pelemahan lebih dalam, seperti ICBP yang berada di level 11.050 dan INDF di level 6.650, meskipun penguatannya relatif terbatas.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini menunjukkan dominasi aksi jual, terutama pada sektor keuangan yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Investor cenderung melakukan profit taking setelah penguatan sebelumnya, di tengah sentimen global yang masih belum stabil. Selain itu, pelaku pasar juga masih bersikap hati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga dan pergerakan dana asing.
Secara teknikal, IHSG kini berada di area konsolidasi dan mendekati level support psikologis di kisaran 7.000. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji level support berikutnya di sekitar 6.950. Namun jika terjadi pembalikan arah, IHSG berpeluang menguat kembali menuju area resistance di kisaran 7.120 hingga 7.150.
Data AI
