TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perang Dagang AS-China Masih akan Berlangsung Lama

Nurdian Akhmad
6 April 2018 | 14:36
rubrik: Ekonomi
Perang Dagang AS-China Masih akan Berlangsung Lama

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) denganChina tampaknya masih akan berlangsung lama.

Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan soal penambahan bea tarif impor, seorang pejabat China pada Jumat (6/4/2018) kembali membalas ancaman tersebut dengan menegaskan bahwa Pemerintah China siap membayar “berapapun” dalam kemungkinan perang dagang dengan AS.

Ungkapan tersebut muncul setelah Trump memperingatkan bahwa ia sedang mempertimbangkan tarif tambahan sebesar US$100 miliar atau senilai Rp 1.350 triliun ke China.

“Jika pihak AS mengabaikan perlawanan dari China dan komunitas internasional, serta bersikukuh untuk melanjutkan unilateralisme dan proteksionisme perdagangan, pihak China akan menghadapi mereka sampai akhir entah berapapun harganya,” kata Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan resmi di situsnya yang dikutip oleh AFP.

Untuk melawan kebijakan bea impor AS, China resmi meluncurkan tuntutan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) atas ronde pertama usulan tarif Trump. Dalam teks yang dirilis oleh WTO, delegasi China meminta “konsultasi” dengan Washington “mempertimbangkan usulan tarif [dan] tindakan yang Amerika Serikat terapkan ke beberapa barang di berbagai sektor, termasuk mesin, elektronik, dan lain-lain asal China”.

Sebuah “permintaan untuk konsultasi” adalah langkah pertama dari tuntutan sah di Badan Penyelesaian Sengketa WTO.

Beijing juga sudah mengungkapkan rencana pengenaan bea impor dengan menargetkan produk ekspor AS yang sensitive secara politik, termasuk kedelai, pesawat dan otomotif.

BACA JUGA:   Hari Ini, Presiden Rapat Kabinet Bahas Perang Dagang AS
Tags: Amerika-Chinaperang dagang
Previous Post

Inilah Lima Negara Terbanyak Kirim Wisman ke Indonesia

Next Post

30 UKM Indonesia Ikuti Pameran Halal di Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR