TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah, Saham Big Caps Tekan Indeks meski Sejumlah Emiten Menguat

Agus Haryanto
2 April 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis (2/4/2026) di PT Bursa Efek Indonesia terkoreksi 31,33 poin atau 0,44 persen ke level 7.153,11. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ-45 yang turun 1,32 poin atau 0,18 persen ke posisi 725,47.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup aktif. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 255 ribu kali dengan volume perdagangan sebesar kurang lebih 4,8 miliar saham dan nilai transaksi harian di awal sesi menyentuh kisaran Rp2,05 triliun. Likuiditas yang tetap tinggi ini menunjukkan minat investor masih besar, meskipun tekanan jual mendominasi pembukaan pasar.

Pergerakan IHSG pada awal sesi dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi sekitar 1,1 persen ke level 9.125 dan memberikan tekanan sekitar -6,5 poin terhadap IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,9 persen ke posisi 5.375 dengan kontribusi sekitar -5,2 poin. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 0,8 persen ke level 6.050 dan menekan indeks sekitar -4,1 poin. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 0,7 persen ke posisi 3.780 dengan kontribusi -2,3 poin, sementara PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,6 persen ke level 5.825 dan memberikan tekanan sekitar -1,8 poin.

Di sisi lain, terdapat sejumlah saham yang mengalami kenaikan dan menahan pelemahan IHSG. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik sekitar 2,4 persen ke level 7.450 dan menyumbang sekitar +3,2 poin terhadap indeks. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 1,9 persen ke posisi 6.600 dengan kontribusi sekitar +2,5 poin. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 1,5 persen ke level 21.000 dan memberikan tambahan sekitar +1,7 poin. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menguat 1,3 persen ke posisi 2.850 dengan kontribusi sekitar +1,2 poin.

BACA JUGA:   IHSG Bisa Dikatrol Data Inflasi AS, Saham Ini Dijagokan Layak ‘Buy’

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah lebih mendominasi dibandingkan yang menguat, mencerminkan tekanan jual yang bersifat luas di pasar. Aksi profit taking pada saham-saham unggulan, khususnya sektor perbankan, menjadi salah satu faktor utama penekan indeks pada pembukaan perdagangan hari ini.

Selain itu, sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga dan perlambatan ekonomi turut memengaruhi psikologis investor. Arus dana asing yang cenderung keluar dari pasar saham domestik juga memperbesar tekanan terhadap IHSG di awal sesi.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada di area support awal 7.150. Jika tekanan berlanjut, indeks berpotensi bergerak ke kisaran 7.100. Namun apabila terjadi rebound seiring masuknya kembali minat beli, IHSG berpeluang kembali menguat menuju area 7.200 hingga 7.250. Dengan aktivitas transaksi yang tetap tinggi, pergerakan indeks diperkirakan akan berlangsung fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

(DATA AI)

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Menperin: Sektor Industri Diuntungkan Permintaan Domestik

Next Post

MedcoEnergi Umumkan Hasil Kinerja Tahun 2025 yang Telah Diaudit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR