Jakarta, TopBusiness — Emiten tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk (IDX: TRIS), memperoleh tambahan pesanan baru dari pasar internasional, khususnya dari Singapura dan Amerika Serikat, seiring strategi perseroan memperkuat ekspansi di pasar global.
Order baru tersebut berasal dari pengembangan bisnis dengan pembeli lama maupun dari pelanggan baru di kedua negara tersebut. Permintaan ini diharapkan menjadi salah satu pendorong kinerja perseroan pada tahun berjalan.
Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan perkembangan pesanan dari pasar global menunjukkan kepercayaan buyer internasional terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh Trisula Group.
“Saat ini perkembangan order dan pengembangan baru dari current buyer serta buyer baru telah didapatkan untuk pasar Amerika Serikat dan Singapura,” ujar Widjaya dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, momentum tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk memperkuat penetrasi pasar ekspor sekaligus memperluas diversifikasi produk. Strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia dengan sejumlah negara.
Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi produk tekstil, termasuk menghadirkan kain dengan fitur khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan atau customized order, serta meningkatkan fleksibilitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar global.
Optimisme terhadap ekspansi ekspor ini didukung oleh kinerja perusahaan yang solid sepanjang 2025. TRIS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar, meningkat 33% secara tahunan (YoY) dan melampaui target perusahaan.
Sejalan dengan pertumbuhan laba tersebut, penjualan perseroan juga meningkat 14% YoY menjadi Rp1,73 triliun. Segmen manufaktur masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp1,41 triliun atau tumbuh 17% YoY, serta menyumbang sekitar 66% terhadap total penjualan.
Pasar ekspor menjadi motor utama pertumbuhan penjualan perusahaan dengan kontribusi 59% terhadap total penjualan atau sekitar Rp1,02 triliun, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan ekspor tersebut terutama berasal dari sejumlah pasar utama seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara lainnya.
“Kami bangga dan bersyukur atas capaian kinerja TRIS di tahun 2025 yang berhasil melampaui target, mencerminkan ketahanan dan kemampuan Perseroan untuk terus tumbuh di industri tekstil dan garmen dalam negeri,” kata Widjaya.
Ke depan, perseroan menilai prospek industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih menjanjikan, seiring adanya dukungan kebijakan pemerintah serta peluang ekspansi pasar global. Dengan tambahan order baru dari Singapura dan Amerika Serikat, TRIS optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan kinerja pada tahun ini.
